Ketua Komisi B Jatim Tolak Impor Jagung
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Jawa Timur mengagendakan Kunjungan kerja bersama Komisi B (Perekonomian) dan beberapa OPD mitra kerja terkait melihat produksi panen jagung kususnya di daerah Kabupaten Lamongan. Selasa (12/2)
Politisi asal Fraksi Gerindara ini H. Ach. Firdaus Febrianto, SH. MH. mengatakan, “daerah kabupaten Lamongan sudah berhasil memproduksi jagung volumenya cukup banyak ini terbukti dari kunjungan kementrian pertanian seminggu yang lalu, ini artinya apabila ada kebijakan impor jagung ini seharusnya memperhatikan kepentingan petani, alasannya kalau impor jagung itu masuk ke Jawa Timur dan digelontorkan ke daerah-daerah sentra produksi jagung maka tentunya bisa memukul harga yang ada di petani, apalagi dalam bulan-bulan ini sudah memasuki panen raya, kalau jagung jagung impor ini masih saja beredar tentunya harga jagung di petani ini semakin jatuh. Sementara, petani jagung ini ketika mulai dari memperoleh bibit jagung, menaman, pemupukan tanaman, juga butuh biaya yang cukup besar oleh karena itu harus diperhatikan pula. Paparnya
Dirinya menegaskan, “jangan ada lagi impor jagung masuk ke Jawa Timur, kebijakan itu justru bisa mempersulit petani jagung kususnya di Jawa Timur.” Lanjutnya
Selain mendengarkan pemaparan dari petugas penyuluh pertanian Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, para anggota Komisi B Jatim memberikan kesempatan kepada Kelompok Tani atau Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) guna menyampaikan aspirasi langsung dihadapan wakil rakyatnya











