Punya Anggaran Besar, Kinerja Dinas Pertanian Jatim Malah Amburadul
Punya Anggaran Besar, Kinerja Dinas Pertanian Jatim Malah Amburadul
Punya Anggaran Besar, Kinerja Dinas Pertanian Jatim Malah Amburadul
DPRD Jatim mempertanyakan kinerja dari Dinas Pertanian Pemprov Jatim mengingat anggaran yang dialokasikan dari APBD Jatim tahun 2018 sangat besar yaitu Rp 229 M. Ironisnya dengan anggaran besar tersebut, nilai tukar petani di Jatim di tahun 2019 berdasarkan data dari BPS Jatim cuma naik 1,06 %.
“Kami merasa kinerja Dinas Pertanian perlu ditingkatkan lagi. Tak maksimal memanfaatkan anggaran besar yang dimilikinya,”jelas Ketua Komisi B DPRD Jatim Ach. Firdaus Febrianto saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (17/7/2019).
Selain nilai tukar petani, kata politisi asal Lamongan ini, salah satu alat ukur kinerja lainnya yaitu tentang kemampuan dalam membaca kondisi pertanian di Jawa Timur.” Kami merasa Dinas Pertanian Jatim kurang bisa memetakan permasalahan petani di Jatim. Buktinya belakangan ini beberapa komoditi pertanian di Jawa Timur anjlok harganya di pasaran,”jelas Politisi asal Partai Gerindra ini.
Firdaus juga membeberkan ketidak beresan kinerja dari dinas Pertanian Jatim diantaranya banyak alat mesin pertanian(alsintan) yang baru dan distribusikan ke petani ternyata banyak petani di lapangan yang tak bisa mengoperasikan alsintan tersebut.
“ Dampaknya mesin tersebut mangkrak dan tak bisa dioperasikan. Seharusnya Dinas Pertanian Jatim memberikan pelatihan ke petani untuk pengoperasian alsintan tersebut,”jelasnya.
Ditambahkan oleh Firdaus, pihaknya berharap agar gubernur Khofifah ke depannya memilih calon kepala dinas Pertanian yang benar-benar mengerti kondisi lapangan dan sering turun ke lapangan










