Dewan Sesalkan Rendahnya Penyerapan Anggaran di Seluruh OPD di Jatim
Dewan Sesalkan Rendahnya Penyerapan Anggaran di Seluruh OPD di Jatim
Dewan Sesalkan Rendahnya Penyerapan Anggaran di Seluruh OPD di Jatim
Minimnya penyerapan anggaran hampir di semua OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) di lingkup Pemprov Jatim disesalkan DPRD Jatim. Tercatat hingga akhir 2019 penyerapan anggaran hanta mencapai sekitar 80 persen.
Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi menegaskan kondisi ini berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang pada akhir tahun bisa mencapai 100 persen. Untuk tahun 2019 ini hanya sekitar 80 pesen. Meski demokian pihaknya tetap memberikan apresiasi kepada seluruh OPD dilingkup Pemorov Jatim. Mengingat pada pertengahan Juli, penyerapsn snggaran hanya tercapai antara 30 sampai 40 persen.
Ditambahkannya, rendahnya penyerapan anggaran ini dikarenakan Sumber Daya Manusianys (SDM) yang kurang mumpuni. Akibatnya rakyat yang dirugikan.
"Jujur setelah saya pelajari, memang kualitas SDM diingjup Pemprov Jatim banyak yang kurang ini. Barangkali ini bisa menjadi evaluasi bagi Gubeenur untuk mencari tenaga yang handal di setiap OPD, sehingga dapat mengelolah anggaran secara maksimal. Dan yang terpenting kepentingan rakyat dapat diselesaikan,"tegas politikus asal PKB Jatim ini, Senin (23/12/2019).
Apakah rendahnya penyerapan anggaran takut KPK? Ditambahkan Aluyadi jika hal itu bukan menjadikan alasan. Selama mereka berpegang teguh pada aturan yang ada, maka tidak ada yang ditakutkan










