gerbang baru nusantara

Warga Sidoarjo Titip Aspirasi ke Anik Maslachah

Warga Sidoarjo Titip Aspirasi ke Anik Maslachah

Tubagus Diday
Selasa, 17 November 2020
Bagikan img img img img

Kabupaten Sidoarjo saat ini tidak hanya sekedar menjadi daerah penyangga atau kota satelit bagi Surabaya. Kabupaten dengan jumlah penduduk mencapai 2,2 juta ini berkembang menjadi kota mandiri yang berkembang menuju kota metropolitan.

Sebagai Kabupaten tetangga dengan Surabaya, mobilitas warga Sidoarjo yang keluar-masuk Surabaya cukup tinggi. Pasalnya banyak warga Sidoarjo yang bekerja di Surabaya, demikian pula sebaliknya. Banyak warga Surabaya yang bekerja di sejumlah industri yang ada di Sidoarjo.

Tingginya lalu lintas di perbatasan Surabaya-Sidoarjo berdampak pada kemacetan yang parah. Terutama di pagi dan petang hari. Kondisi ini diakui Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah membuat masyarakat kehilangan waktu produktif.

"Selama melaksanakan reses III tahun 2020, saya banyak mendapat aspirasi tentang pembangunan frontage road Waru - Buduran untuk mengurangi kacetan di daerah tersebut," tutur Anik Maslachah, Selasa (17/11/2020).

Anggota DPRD Jatim asal daerah pemilihan Sidoarjo ini berharap frontage road Waru - Buduran bisa selesai di tahun 2021. Anik mengungkapkan sesungguhnya dengan keluarnya Perpres 80 Tahun 2019, proyek tersebut bisa selesai di tahun 2020.

Namun karena adanya pandemi Covid-19, anggaran sebesar Rp190 Miliar yang telah dialokasikan harus direfokusing untuk penanggulangan pandemi. Anik berharap tahun 2021 kembali bisa dianggarkan.

"Semoga frontage road Waru - Buduran ini bisa selesai tahun 2021. Karena itu negosiasi pembebasan lahan harus menjadi prioritas," imbau alumni Unesa Surabaya itu.

Pimpinan DPRD Jatim perempuan pertama pasca era reformasi ini juga menyerap aspirasi masyarakat Sidoarjo yang menginginkan Flyover Aloha dan Gedangan bisa terealisasi di tahun 2021.

Politikus perempuan asal Kecamatan Sukodono ini mengakui pembangunan infrastruktur bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Selain itu tentunya mengurai kemacetan, dengan begitu waktu produktif masyarakat semakin panjang.

"Selain infrastruktur, saya juga mencatat aspirasi masyarakat tentang revitalisasi Puspa Agro, insentif bagi guru SMA swasta dan Madrasah Aliyah, serta keresahan masyarakat dengan berkembangnya gerakan radikal di Sidoarjo. Tentu semuanya menjadi atensi untuk diteruskan kepada institusi yang berwenang," pungkas mantan aktivis IPPNU tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu