Langganan Banjir, DPRD Jatim Dorong Pusat Serius Atasi Banjir Kali Lamong
Langganan Banjir, DPRD Jatim Dorong Pusat Serius Atasi Banjir Kali Lamong
Banjir luapan Kali Lamong di wilayah Cerme - Gresik tahun ini dirasa yang paling parah, karena selain merendam ratusan rumah banjir juga menyabakan dua tanggul jebol di Kecamatan cerme.
Menurut H. samwil Anggota DPRD Jawa Timur banjir luapan kali lamong tidak akan tertangani kalau penanganannya dari tahun ke tahun sama saja tanpa ada keseriusan dari Pemerintah Pusat. Fasilitas aliran sungai tetap namun debit hujan lebih besar maka otomatis banjir akan lebih tinggi Sehingga ini penyeban banjir di Gresik luapan kali lamong menjadi langganan.
" Pemerintah Pusat hadir dan serius menangani banjir luapan kali lamong yang dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Yang paling penting di lakukan Pusat adalah normalisasi kali lamong dengan cara mengeruh dan memperlebar kali tersebut , " Terang Anggota Komisi D DPRD Jatim, Minggu ( 20/12).
Disampaikan Politisi asal Partai Demokrat ini bahwa sejak dulu Pemerintah pusat tak serius tangani Kali Lamong, pasalnya sejak dulu terkait masalah pembebasan lahan pemerintah pusat mematok harga tak masuk akal. Pembebasan lahan dari dulu dipatok pemerintah seharga 70 ribu / meter sampai sekarang hanya 250 ribu / meter dan tidak masuk akan karena berdasarkan fakta dilapangan tidak ada harga tanah 250 ribu / meter di wilayah tersebut.
" Mestinya Negara harus hadir dan peduli untuk kepentingan rakyat khususnya rakyat Gresik dan rakyat Surabaya.Negara harus berani membeli mahal harga tanah di area kali lamong tersebut, " jelasnya.
Anggota Komisi D DPRD Jatim yang menangani Pembangunan ini menegaskan bahwa Pemda Gresik dan Pemkot Surabaya jangan sampai menggunakan kesempatan dalam kesempitan atau Aji mumpung.
Artinya mumpung pusat menggelontorkan dana pembebasan lahan sehingga melakukan negosiasi kepada pemilik lahan tersebut yang terkesan seperti ada pemborosan .
" Segera dilakukan pelebaran volume kali lamong atau pendalaman serta di muara sungai harus ada pintu dan pompa yang debitnya di prediksi lebih besar dari pada debit hujan. Solusi ini sangat penting dan harus dilakukan agar banjir luapan kali lamong bisa teratasi, " kata pria asal Gresik ini.
" Saya juga mendorong Pemerintah Provinsi supaya menangani dampak korban bencana banjir ini tidak menimbulkan korban sebab ini menjadi pesan dari mantan Gubernur Jawa Timur H. Sukarwo saat itu supaya mengutamakan keselamatan masyarakat jangan sampai ada korban, " Ungkap H. Samwil.
Sekedar di ketahui banjir luapan kali lamong tahun ini telah menjebolkan 2 tanggul di Kecamatan Cerme - Gresik dan menenggelamkan 11 Desa , ratusan rumah , sawah dan tambak.
Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur
Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur










