gerbang baru nusantara

Banyak Keluhan, DPRD Jatim Minta Pemprov Jatim Perhatikan Fasilitas Karantina BPWS

Banyak Keluhan, DPRD Jatim Minta Pemprov Jatim Perhatikan Fasilitas Karantina BPWS

Fathis Su'ud
Senin, 21 Juni 2021
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Madura,  Mahud meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperhatikan gedung Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) untuk penanganan atau karantina pasien Covid-19.
 
Lebih jauh politikus asal PDI Perjuangan ini mengaku banyak mendapatkan keluhan masyarakat perihal fasilitas yang sangat buruk di karantina BPWS.
 
"Kami meminta kepada Pemprov atau yang bertugas untuk meninjau fasilitas yang ada di BPWS, seperti air dan tempat ibadah. Ini kan karantina untuk penyembuhan bukan memperburuk keadaan" sindir ketua IKA PMII Kota Surabaya, Senin (21/6/2021).
 
Diantara hal-hal yang perlu diperhatikan Pemprov Jatim yakni terkait pelayanan dan fasilitas yang disediakan untuk pasien yang terjaring saat dilakukan penyekatan. Misal, pakaian ganti itu sangat penting agar pasien tetap merasa nyaman dan meningkatkan kepatuhan kepada petugas kesehatan. 
 
"Yang paling penting baju (pakaian) harus diperhatikan. Mereka yang terjaring dan positif Covid-19 tersebut tidak ada persediaan sebelumnya, tidak bawa baju dan kelengkapan yang lainnya. Kalau mereka dibiarkan tidak terurus, jangan sampai mereka berfikir bahwa mereka di karantina seperti di penjara, kasian mereka" tegas Mahud. 
 
Tidak hanya itu, Mahud juga mendapat keluhan dari masyarakat yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya, seperti di Facebook, Whatapps dan Instagram. "Banyak orang yang mengadu lewat WA, ada juga yang lewat Facebook. Jadi tolong itu diperhatikan dan dirawat dengan baik. Anggarannya ada kok," dalih pria asli Bangkalan ini.
 
Terpisah, Zahroh salah satu pasien yang sempat berada di lokasi karantina BPWS mengatakan, kondisi lokasi karantina sangat menyedihkan. Bahkan, ia menuturkan, ada orang yang kabur karena kondisinya sangat menakutkan. "Kemarin ada yang kabur, bahkan tas nya ketinggalan gak dibawa," tuturnya.  
 
Kebutuhan peralatan perempuan, seperti pembalut dan sebagainya, juga tidak tersedia dengan baik di BPWS. Sehingga kondisi para penghuni karantina di BPWS merasa tak nyaman. "Itulah yang banyak dibutuhkan pasien di karantina BPWS," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu