Anggota DPRD Jatim: Vaksinasi Guru, Kunci Utama Sekolah Tatap Muka
Anggota DPRD Jatim: Vaksinasi Guru, Kunci Utama Sekolah Tatap Muka
Vaksinasi guru adalah salah satu upaya kesiapan sekolah tatap muka. Anggota komisi E DPRD Jatim, Kodrat Sunyoto mengatakan, jika guru tak mau divaksin artinya sekolah tersebut belum siap untuk melaksanakan sekolah tatap muka.
"Sekolah tatap muka bukan hanya fasilitas gedung yang (siap.red) Prokesnya tapi syarat utamanya pengajarnya yang harus memenuhi vaksinasi," ujar Kodrat.
Kata Kodrat, jika gurunya saja tak ingin divaksin maka hal-hal lain yang berkaitan dengan protokol kesehatan bisa saja tidak dipenuhi. Hal ini justru akan membuat orang tua khawatir mengizinkan anak untuk sekolah tatap muka.
"Jadi sekolah harus memenuhi syarat terutama guru harus divaksin dan sarana prasarana (harus siap.red)," tegasnya.
Sehingga kata Kodrat, penting untuk memberikan edukasi dan sosialiasi kepada guru-guru terkait pentingnya vaksinasi untuk persiapan sekolah tatap muka.
Maka jika ada beberapa guru yang memang belum siap untuk divaksin harus ada pemisahan sekolah, mana saja sekolah yang siap dan mana sekolah yang belum siap.
"Yang patut ditinjau lagi, gurunya yang gak mau atau belum ada fasilitas ke sana," terangnya.
Jika memang guru tidak mau divaksin maka perlu sososialisasi, namun jika belum ada fasilitas yang mendukung untuk vaksinasi maka hal ini perlu untuk dicarikan solusi.
Jadi, kata pria yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim itu pertama untuk persiapan sekolah tatap muka ini, orang tua harus memantau kesiapan sekolah terutama pemberian vaksinasi guru dan yang kedua keamanan. Fasilitas juga harus diperhatikan, mengingat banyak sekolah yang sudah lama ditinggalkan.










