gerbang baru nusantara

Investasi Jatim Tumbuh, DPRD Siap Kawal Kebijakan Pro-Bisnis

Komisi C DPRD Jawa Timur menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan investasi pro-bisnis. Muhammad Ashari menilai program Klinik Investasi Keliling menjadi ruang sinergi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha. Realisasi investasi Jatim naik 8,6 persen capai Rp105,1 triliun pada Triwulan III-2025.

Gegeh Bagus S
Selasa, 04 November 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Muhammad Ashari, saat menyampaikan materi dalam Klinik Investasi Keliling DPMPTSP Jatim di Madiun, Selasa (04/11/2025).

Klinik Investasi Keliling Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Muhammad Ashari, menilai kegiatan Klinik Investasi Keliling Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur merupakan langkah strategis memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan dunia investasi.

Acara tersebut berlangsung di Sun Hotel Kota Madiun, Selasa (04/11/2025), dihadiri sekitar 100 peserta dari perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Madiun, Kota Madiun, dan Kabupaten Nganjuk.

Dalam kesempatan itu, Ashari hadir sebagai pemateri pertama dengan topik “Potensi dan Strategi Teknis Menghadapi Masa Pelaporan LKPM Triwulan III 2025.”

“Program seperti ini sangat bermanfaat dan harus terus digerakkan. Klinik investasi bisa menjadi titik temu antara pelaku usaha dengan stakeholder, sehingga kendala dan aspirasi dunia usaha bisa tersampaikan langsung ke pemerintah,” ujar Ashari.


 

Dorongan Perluasan Forum Sektoral dan Konsolidasi Investor

Politisi PKB yang membidangi keuangan dan perekonomian daerah ini menilai kegiatan semacam ini perlu diperluas dan digelar lebih sering, bahkan secara sektoral.

“Saya mendorong agar pertemuan seperti ini tidak hanya sekali dalam setahun. Kalau bisa dibuat perkelompok — misalnya bidang peternakan, makanan-minuman, atau industri. Dengan begitu, forum ini bisa jadi sarana konsolidasi dan memperkuat jaringan investor,” tegasnya.

Ashari juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan sektor perbankan untuk memastikan keberlanjutan kegiatan investasi di daerah.

“Kami di Komisi C berkomitmen memperkuat stabilitas perusahaan dengan dukungan perbankan. Ini penting agar dunia usaha memiliki fondasi keuangan yang kokoh, apalagi di tengah tantangan ekonomi global,” ujarnya.


 

Investasi Jatim Naik 8,6 Persen, Cermin Iklim Usaha yang Kondusif

Menurut data Kementerian Investasi/BKPM RI, hingga Triwulan III-2025, realisasi investasi di Jawa Timur mencapai Rp105,1 triliun, naik 8,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini setara 7,32 persen dari total investasi nasional.

Ashari mengapresiasi DPMPTSP Jatim yang terus berinovasi meningkatkan pelayanan publik dan pendampingan investasi di berbagai daerah.

“Dengan kolaborasi yang baik antara DPRD, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, saya yakin Jawa Timur bisa menjadi rumah yang nyaman bagi para investor,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen pengawasan kebijakan investasi, pernyataan Ashari juga sejalan dengan sikap DPRD Jatim yang tengah memperkuat efisiensi dan akuntabilitas keuangan daerah.


 

DPRD Pastikan Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Berjalan Berkelanjutan

Ashari menutup paparannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Sinergi adalah kuncinya. Ketika investor merasa dilayani dengan baik, dunia usaha bergerak lancar, dan masyarakat mendapat manfaat ekonomi — maka roda pembangunan Jawa Timur akan terus berputar menuju kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu