Antisipasi Kekeringan Panjang, Tanaman Sorgum Pendamping Beras Layak Dikembangkan
DPRD Jatim mendorong pengembangan sorgum sebagai tanaman pendamping beras untuk menghadapi kekeringan panjang dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Antisipasi Kekeringan, DPRD Jatim Dorong Sorgum sebagai Pangan Alternatif, Sorgum Dinilai Cocok untuk Lahan Kering
Surabaya – Upaya mengantisipasi kekeringan panjang dan memperkuat ketahanan pangan terus didorong di Jawa Timur. Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ony Setiawan, menilai tanaman sorgum layak dikembangkan sebagai pangan alternatif pendamping beras.
Ony menyampaikan, langkah ini sejalan dengan arahan partai dalam menghadapi dampak kemarau panjang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada beras sebagai makanan pokok utama.
“Tanaman ini bukan pengganti, tetapi pendamping beras, seperti jagung, ketela pohon, umbi-umbian, sukun, hingga sorgum,” ujar Ony Setiawan.
Ia menambahkan, di Kabupaten Tuban pihaknya telah mulai menanam sukun dan dalam waktu dekat akan melakukan uji coba penanaman sorgum.
“Sorgum sangat cocok ditanam di lahan kering, sehingga relevan untuk menghadapi risiko kekeringan,” jelasnya.
baca selengkapnya:
Kandungan Gizi dan Potensi Sorgum
Ony menjelaskan bahwa sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan komoditas serealia yang potensial sebagai bahan pangan alternatif. Sorgum memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan beras, seperti protein, serat, zat besi, dan kalsium.
Selain itu, kandungan gula yang relatif rendah menjadikan sorgum aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Pengembangan tanaman ini dinilai penting dalam memperkuat diversifikasi pangan, terutama di tengah ancaman krisis pangan global, resesi ekonomi, dan perubahan iklim.
baca selengkapnya:
Strategi Ketahanan Pangan Hadapi Kemarau
Ony menegaskan bahwa instruksi pengembangan tanaman pendamping beras telah ditekankan sejak 2020 dan terus diperkuat hingga 2026 sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko kerawanan pangan, terutama saat terjadi kekeringan yang berdampak pada produksi pertanian.
baca selengkapnya:










