gerbang baru nusantara

Sebaran TBC di Jatim Tinggi, Dinkes Jatim Disorot Kinerjanya

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menyoroti tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Jawa Timur dan meminta Dinkes memperkuat layanan kesehatan primer serta screening.

Try Wahyudi
Jumat, 10 April 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyoroti tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Jawa Timur dan meminta penguatan layanan kesehatan primer serta screening penyakit menular. Foto: Puguh Wiji Pamungkas.

SURABAYA — Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur menyusul tingginya angka kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengatakan jumlah penderita TBC di Jawa Timur setiap tahun masih mengalami peningkatan.

“Data bagi saya eskalatif jumlahnya. Padahal anggarannya terbesar kedua di Jatim,” ungkap Puguh, Jumat (10/04/2026).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Malang tersebut menilai tingginya kasus TBC dipengaruhi berbagai faktor, terutama belum optimalnya layanan kesehatan primer.

“Optimalisasi layanan primer seperti pelayanan di klinik dan puskesmas ternyata mapping datanya belum berjalan, termasuk penyebaran obat TBC serta screening yang belum maksimal,” ujarnya.  Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain seperti tulang, kelenjar, dan otak.

Penularan TBC terjadi melalui udara atau droplet ketika penderita batuk maupun bersin. Penyakit ini dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik intensif selama enam hingga 12 bulan.

Berdasarkan data Dinkes Jawa Timur, pada 2025 jumlah penemuan kasus TBC di Jawa Timur mencapai 90.178 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 84.107 kasus telah mendapatkan pengobatan. Namun, masih terdapat kesenjangan sekitar 6,73 persen kasus yang belum tertangani.

Puguh menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama dalam memperkuat layanan kesehatan dasar, pemerataan distribusi obat, serta peningkatan deteksi dini TBC di masyarakat.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu