Banyak Diminati, Dewanti Rumpoko Usul Rute Trans Gajayana Layak Ditambah untuk Pelajar dan Mahasiswa
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong penambahan rute Trans Gajayana di Malang Raya agar lebih menjangkau kawasan pelajar, mahasiswa, dan pusat aktivitas masyarakat.
Dewanti Komisi D DPRD Jatim Dorong Pengembangan Rute Trans Gajayana di Malang Raya
SURABAYA — Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong penambahan rute layanan Trans Gajayana di kawasan Malang Raya agar semakin menjangkau pelajar, mahasiswa, dan pusat aktivitas masyarakat.
Menurut mantan Wali Kota Batu tersebut, pengembangan transportasi publik di Jawa Timur penting dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan minat penggunaan angkutan umum.
“Rute Trans Gajayana yang baru saya harap dapat menghubungkan kawasan perkantoran, kampus, pusat kuliner, hingga tempat wisata sehingga semuanya terlayani,” ujar Dewanti Rumpoko, Minggu (03/05/2026).
Ia menjelaskan sejumlah kawasan yang didominasi pelajar dan mahasiswa, seperti Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Blimbing, hingga Singosari, layak menjadi prioritas pengembangan jalur baru Trans Gajayana.
Menurut Dewanti, keberadaan transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda.
Tingkat Keterisian Penumpang Trans Gajayana Dinilai Tinggi
Dewanti mengungkapkan berdasarkan data di lapangan, tingkat keterisian penumpang atau load factor Trans Jatim Malang Raya telah mencapai sekitar 61 persen per hari.
Menurutnya, angka tersebut cukup tinggi untuk layanan transportasi publik yang baru beroperasi dalam satu koridor.
“Angka tersebut cukup tinggi untuk sebuah layanan bus publik yang baru beroperasi satu koridor,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, layanan Trans Jatim koridor Malang Raya resmi beroperasi sejak November 2025 dengan rute Terminal Hamid Rusdi menuju Terminal Kota Batu.
Trayek tersebut memiliki panjang lintasan sekitar 42 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 110 menit dari Terminal Hamid Rusdi menuju Kota Batu. Sementara perjalanan sebaliknya membutuhkan waktu sekitar 100 menit dengan jarak tempuh 39,35 kilometer.
Saat ini, Trans Gajayana memberlakukan tarif khusus sebesar Rp2.500 bagi pelajar, santri, dan mahasiswa, sedangkan tarif umum sebesar Rp5.000.
Baca Selengkapnya: dr. Agung Komisi D DPRD Jawa Timur usulkan pengembangan Trans Jatim guna mendukung konektivitas kawasan pendidikan dan pesantren di Wilayah Tapal Kuda
Transportasi Publik Dinilai Dukung Pendidikan dan Ekonomi Lokal
Dewanti menilai penguatan layanan Trans Jatim di Malang Raya tidak hanya berdampak terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat mendukung sektor pendidikan, pariwisata, dan ekonomi lokal.
Menurutnya, akses transportasi publik yang mudah dan murah akan membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan kemacetan di kawasan perkotaan.
Ia berharap pengembangan rute Trans Gajayana dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta tingkat keterhubungan antarwilayah.










