Waspada Jadi Pandemi, Pemprov Jatim Perlu Antisipasi Dini Munculnya Hantavirus
Anggota DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana meminta Pemprov Jatim meningkatkan kewaspadaan dan sosialisasi terkait potensi penyebaran Hantavirus.
DPRD Jatim Soroti Potensi Penyebaran Hantavirus
SURABAYA — Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya Hantavirus ke wilayah Jawa Timur.
Ia menilai langkah antisipasi dini dan sosialisasi kepada masyarakat perlu dilakukan untuk mencegah munculnya penyebaran penyakit yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius.
“Tidak salah jika dilakukan pencegahan sejak dini agar tidak terjadi pandemi,” ujar Wara Sundari Renny Pramana, Sabtu (9/5/2026).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur tersebut mengatakan bahwa meskipun jumlah kasus terkonfirmasi masih tergolong rendah, tingkat fatalitas Hantavirus cukup tinggi sehingga deteksi dini dan kebersihan lingkungan menjadi sangat penting.
Menurut politikus asal Kediri itu, pengawasan ketat di pintu masuk Jawa Timur juga perlu diperkuat guna mencegah potensi penyebaran penyakit.
“Skrining ketat perlu dilakukan mengingat penyakit ini berbahaya,” tegasnya.
Pengawasan dan Edukasi Masyarakat Dinilai Penting
Wara Sundari Renny Pramana yang akrab disapa Bunda Renny juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu penyebaran Hantavirus.
Menurutnya, pengalaman pandemi COVID-19 harus menjadi pelajaran penting agar pemerintah dan masyarakat lebih siap menghadapi potensi ancaman kesehatan baru.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada agar tidak terjadi pandemi. Cukup COVID-19 menjadi pandemi nasional, jangan sampai muncul virus lain yang berdampak pada terganggunya ekonomi nasional,” ujarnya.
Di tengah fokus dunia terhadap pemulihan kesehatan global, Indonesia mulai meningkatkan kewaspadaan setelah Kementerian Kesehatan RI melaporkan sedikitnya 23 kasus konfirmasi Hantavirus dengan tiga angka kematian di sembilan provinsi dalam kurun tiga tahun terakhir.
Dengan tingkat fatalitas mencapai 13 persen, seluruh kasus yang teridentifikasi di Indonesia merupakan jenis Seoul Virus, yakni varian Hantavirus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga gagal napas.
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus kepada manusia.
Baca Selengkapnya:
-
DPRD Jatim mendorong langkah preventif dan edukasi kesehatan masyarakat untuk menekan risiko penyakit serius pada anak
-
DPRD Jawa Timur meminta pemerintah turun tangan menangani serangan hama pada tanaman cabai di Blitar sebagai bagian dari upaya mencegah dampak kesehatan dan ekonomi masyarakat
-
DPRD Jawa Timur mengingatkan risiko munculnya wabah penyakit pascabanjir di Pasuruan dan meminta pemerintah meningkatkan langkah antisipasi kesehatan masyarakat
DPRD Jatim Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Penyakit Menular
Wara Sundari Renny Pramana berharap pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus di Jawa Timur.
Selain pengawasan di pintu masuk wilayah, edukasi masyarakat terkait pola hidup bersih dan pengendalian hewan pengerat dinilai menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar ancaman penyakit menular tidak berkembang menjadi krisis kesehatan yang berdampak luas terhadap sosial dan ekonomi daerah.










