gerbang baru nusantara

Khusnul Khuluk Dewan Jatim Dorong Stabilitas Harga Domba jelang Idul Adha

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengatasi anjloknya harga domba meskipun stok hewan kurban di Jawa Timur berada dalam kondisi surplus. Perluasan pasar dan penguatan distribusi ternak dinilai penting untuk menjaga kesejahteraan peternak menjelang Idul Adha 2026.

Anik Hasanah
Senin, 11 Mei 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, mendorong pemerintah daerah menjaga stabilitas harga domba dan memperluas akses pasar hewan kurban guna meningkatkan kesejahteraan peternak menjelang Idul Adha 2026.

SURABAYA – Stok hewan kurban di Jawa Timur menjelang Iduladha 1447 Hijriah dipastikan berada dalam kondisi surplus. Namun, melimpahnya pasokan tersebut justru diikuti penurunan harga domba yang dikeluhkan para peternak di berbagai daerah.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, meminta pemerintah daerah segera mencari solusi atas anjloknya harga domba karena berdampak langsung terhadap pendapatan peternak rakyat dan keberlanjutan usaha peternakan di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, stok hewan kurban di Jawa Timur dipastikan surplus. Ini menunjukkan keberhasilan Dinas Peternakan Jawa Timur dalam mengembangkan sektor peternakan, baik sapi maupun domba,” ujar Khusnul Khuluk, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, surplus hewan kurban merupakan indikator positif bagi perkembangan sektor peternakan daerah. Namun, keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan stabilitas harga agar peternak memperoleh keuntungan yang layak.

Surplus Hewan Kurban Harus Diimbangi Stabilitas Harga

Khusnul mengaku prihatin terhadap harga jual domba yang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan biaya pemeliharaan maupun upaya peternak dalam merawat ternaknya.

“Kondisi harga domba sangat memprihatinkan. Di daerah saya, domba dengan bobot sekitar 20 kilogram hanya dihargai sekitar Rp500 ribu. Bahkan, anakan domba hanya dihargai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, hampir setara dengan harga ayam jago,” ungkapnya.

Ia menilai rendahnya harga jual domba dapat mengurangi minat masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan domba jika tidak segera diantisipasi melalui kebijakan yang berpihak kepada peternak.

Menurut Khusnul, keberhasilan menjaga ketersediaan hewan kurban harus diikuti upaya menjaga keseimbangan pasar agar peternak tetap memperoleh manfaat ekonomi dari hasil usahanya.

Perluasan Pasar Menjadi Solusi Menyerap Surplus Produksi

Untuk mengatasi persoalan harga, Khusnul mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait agar membuka akses pasar baru di luar Jawa Timur, termasuk ke wilayah Kalimantan dan provinsi lain yang membutuhkan pasokan hewan kurban.

“Kami berharap ada peran aktif pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk mencarikan pasar di luar Jawa Timur, misalnya ke Kalimantan atau provinsi lain, sehingga hasil jerih payah peternak benar-benar dapat dinikmati,” ujarnya.

Menurutnya, perluasan pasar akan membantu menyerap surplus produksi ternak sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat peternak. Langkah tersebut juga dapat memperkuat daya saing sektor peternakan Jawa Timur sebagai salah satu pemasok utama hewan kurban nasional.

Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Tetap Harus Diperkuat

Selain menjaga keseimbangan pasokan dan harga, DPRD Jawa Timur juga menilai pengawasan kesehatan hewan kurban tetap menjadi aspek penting menjelang Idul Adha. Ketersediaan hewan kurban yang melimpah harus diiringi dengan jaminan kesehatan dan kelayakan hewan yang diperdagangkan.

Baca Selengkapnya: Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim di momen Idul Adha sebelumnya mendorong pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban guna memastikan hewan yang beredar memenuhi standar kesehatan dan aman bagi masyarakat

Stabilitas Pasokan dan Harga Menjadi Perhatian DPRD Jatim

Persoalan harga domba yang menurun juga menunjukkan pentingnya pengelolaan keseimbangan antara pasokan dan permintaan. DPRD Jawa Timur secara konsisten mendorong pemerintah daerah menjaga stabilitas komoditas strategis agar tidak merugikan produsen maupun konsumen.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim sebelumnya meminta Pemprov menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan pasar

Menurut Khusnul, pendekatan serupa perlu diterapkan pada sektor peternakan agar surplus produksi tidak berujung pada penurunan harga yang merugikan peternak.

Jawa Timur Tetap Menjadi Lumbung Hewan Kurban Nasional

Keberhasilan Jawa Timur dalam menyediakan stok hewan kurban dalam jumlah besar menunjukkan besarnya potensi sektor peternakan daerah. Hal tersebut juga terlihat dari kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah pemasok hewan kurban nasional.

Baca Selengkapnya: Budiono mendampingi penyerahan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Bojonegoro, yang menjadi salah satu bukti kualitas dan kesiapan sektor peternakan Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban

DPRD Jawa Timur berharap surplus hewan kurban pada Iduladha tahun ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi peternak lokal sehingga kesejahteraan mereka dapat terus meningkat.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu