gerbang baru nusantara

Jatim Terancam Defisit Listrik, Agung Mulyono: PLN Harus Segera Atasi

Anggota Komisi D DPRD Jatim Agung Mulyono meminta PLN segera mengantisipasi ancaman defisit listrik yang berpotensi memicu pemadaman bergilir. Menurutnya, stabilitas pasokan listrik sangat penting untuk menjaga aktivitas ekonomi, industri, dan pelayanan publik di Jawa Timur.

Try Wahyudi
Senin, 15 Juni 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Agung Mulyono meminta PLN segera mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman defisit listrik yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan masyarakat Jawa Timur.

DPRD Jatim Minta PLN Antisipasi Defisit Listrik

SURABAYA — Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono, mendorong PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur segera mengambil langkah strategis menyusul kondisi pembangkitan listrik yang mengalami defisit daya.

Menurut Agung, PLN memiliki kapasitas teknis dan sumber daya yang memadai untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik agar tidak berkembang menjadi krisis energi yang berdampak luas terhadap masyarakat dan dunia usaha.

“Mereka tentunya memiliki keahlian untuk itu. Karena itu, saya mendorong agar jangan sampai Jawa Timur mengalami defisit listrik yang berkepanjangan,” kata politisi Partai Demokrat tersebut, Senin (15/06/2026).

Agung menegaskan bahwa stabilitas pasokan listrik merupakan faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi, investasi, industri, dan pelayanan publik di Jawa Timur.

Pemadaman Bergilir Dikhawatirkan Ganggu Ekonomi

Agung mengatakan defisit daya listrik berpotensi memicu pemadaman bergilir yang dapat mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Kalau sering terjadi pemadaman bergilir, tentu akan mengganggu aktivitas ekonomi di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemadaman yang berdampak pada hampir setengah juta pelanggan telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama pelaku usaha, sektor industri, dan rumah tangga yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

“Pemadaman yang terjadi secara bergilir memang menimbulkan dampak bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga kegiatan perkantoran di sejumlah wilayah sempat terganggu akibat terhentinya pasokan listrik,” jelasnya.

Agung mengaku menerima berbagai pengaduan dari masyarakat Banyuwangi terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, penghentian aliran listrik berlangsung di puluhan desa dan kelurahan yang tersebar mulai wilayah perkotaan hingga kawasan selatan dan barat Banyuwangi.

“Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Banyuwangi memicu pertanyaan masyarakat. Pasalnya, penghentian aliran listrik berlangsung di puluhan desa dan kelurahan, dan ini mengganggu aktivitas ekonomi warga. Saya berharap PLN memahami kondisi tersebut,” tegasnya.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim menyoroti dampak pemadaman listrik terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di wilayah Malang Raya yang sangat bergantung pada kestabilan pasokan listrik

Selisih Daya Pasok Picu Kekhawatiran Stabilitas Sistem

Berdasarkan data operasi sistem yang dipublikasikan PLN, beban puncak siang hari mencapai 34.199 megawatt (MW), sementara daya mampu pasok tercatat sekitar 33.959 MW.

Selisih antara kebutuhan dan kemampuan pasok tersebut menyebabkan kondisi defisit yang berpotensi mengganggu stabilitas jaringan apabila tidak segera dilakukan langkah pengurangan beban maupun penambahan suplai daya.

Agung berharap PLN segera melakukan mitigasi agar pasokan listrik tetap terjaga dan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang saat ini menjadi salah satu motor perekonomian nasional.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu