DPRD Jatim Minta Pemerintah Bantu Peternak Lele Atasi Lonjakan Harga Pakan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Wahyuni meminta pemerintah membantu peternak lele di Bojonegoro yang terdampak lonjakan harga pakan. DPRD mendorong penyediaan bahan baku lokal agar usaha budidaya tetap berjalan.
DPRD Soroti Kenaikan Harga Pakan Lele di Bojonegoro
SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, meminta pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah untuk membantu peternak lele di Kabupaten Bojonegoro yang terdampak kenaikan harga pakan.
Menurut Sri Wahyuni, kenaikan harga pakan menyebabkan sebagian peternak memilih mengosongkan kolam karena biaya produksi tidak lagi sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.
"Saya berharap pemerintah daerah, termasuk Pemprov Jatim, turun membantu peternak lele, terutama dalam mengatasi persoalan harga pakan," ujarnya, Jumat (17/07/2026).
Ia mengungkapkan harga pakan lele di Bojonegoro kini mencapai sekitar Rp350 ribu per sak, meningkat dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp305 ribu per sak.
Kenaikan Biaya Produksi Tekan Keuntungan Peternak
Sri Wahyuni menjelaskan kenaikan harga pakan tidak diikuti dengan peningkatan harga jual lele di tingkat peternak. Kondisi tersebut membuat margin usaha semakin menipis, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian.
"Kalau harga pakan naik tetapi harga jual lele juga naik, tentu peternak masih bisa bertahan. Yang menjadi persoalan sekarang harga pakan meningkat, sementara harga lele tetap," katanya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah peternak memilih menunda penebaran benih hingga biaya produksi kembali memungkinkan.
Baca Selengkapnya:
-
DPRD Jatim mendorong pengembangan hidroponik sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah
-
Deni Prasetya menilai budidaya lele dan patin memiliki potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat
-
Benjamin Kristianto mengajak masyarakat memanfaatkan ikan lele sebagai sumber gizi untuk mencegah stunting
DPRD Dorong Penyediaan Bahan Baku Pakan Lokal
Menurut Sri Wahyuni, sebagian besar peternak masih bergantung pada pakan produksi pabrikan yang dipengaruhi harga bahan baku impor.
Sebagai alternatif, banyak peternak mulai memproduksi pakan secara mandiri. Namun, upaya tersebut terkendala keterbatasan pasokan bahan baku lokal.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantu penyediaan bahan baku pakan agar peternak dapat memproduksi pakan secara mandiri dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Kalau menggunakan pakan mandiri, bahan baku lokal masih terbatas sehingga peternak kesulitan mendapatkannya. Ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.
Sri Wahyuni berharap dukungan tersebut dapat menjaga keberlanjutan usaha budidaya lele sekaligus memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai bagian dari ketahanan pangan di Jawa Timur.










