Puguh Wiji Pamungkas Dorong Pemkot Malang Perkuat Kolaborasi Tekan Angka Pengangguran
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil VI Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat kolaborasi dengan BLK, pemerintah pusat, dan dunia usaha untuk menekan angka pengangguran sekaligus mencegah munculnya persoalan sosial.
DPRD Jatim Soroti Tingginya Pengangguran di Kota Malang
SURABAYA – Tingginya angka pengangguran di Kota Malang mendapat perhatian Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. Ia menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani karena berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Akan muncul berbagai permasalahan sosial. Ujungnya bisa mengarah pada kerentanan sosial, ancaman sosial, bahkan kriminalitas karena manusia secara naluriah membutuhkan pekerjaan untuk mempertahankan kehidupannya," ujar Puguh, Selasa (21/07/2026).
Menurut legislator Fraksi PKS tersebut, Pemerintah Kota Malang perlu mengambil langkah yang lebih progresif dengan memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah pusat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dorong Sinergi dengan BLK, Program Magang, dan Dunia Industri
Puguh menilai salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang selama ini berperan meningkatkan kompetensi pencari kerja.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Malang memanfaatkan berbagai program pemerintah pusat, termasuk program pemagangan yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Pemerintah Kota Malang harus secara progresif membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi agar lulusan SMA dan SMK memiliki alternatif kegiatan produktif, termasuk mengikuti pelatihan maupun program pemagangan ketika belum melanjutkan pendidikan," katanya.
Selain itu, menurut Puguh, pemerintah daerah perlu memperkuat kemitraan dengan dunia industri agar informasi lowongan pekerjaan maupun program magang dapat diakses lebih luas oleh para pencari kerja.
Dengan langkah tersebut, ia optimistis peluang kerja akan semakin terbuka sekaligus mampu mengurangi potensi munculnya persoalan sosial akibat tingginya angka pengangguran.
BPS Catat Lebih dari 27 Ribu Pengangguran
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang tahun 2025, jumlah angkatan kerja di Kota Malang mencapai 486.794 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 459.084 orang tercatat bekerja, sedangkan 27.710 orang masih masuk kategori pengangguran.
Kelompok pengangguran terbesar berasal dari lulusan sekolah menengah atas sebanyak 11.356 orang, disusul lulusan perguruan tinggi sebanyak 6.491 orang.










