gerbang baru nusantara

Reses di Bojonegoro, Freddy Poernomo Gandeng BNN Sosialisasikan Pencegahan Narkoba dan Soroti Krisis Irigasi Pertanian

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Freddy Poernomo saat menggelar reses di Kabupaten Bojonegoro bersama BNN Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut diisi sosialisasi pencegahan narkoba sekaligus menyerap aspirasi petani terkait kebutuhan irigasi pada musim kemarau.

Ari Setiabudi
Senin, 27 Juli 2026
Bagikan img img img img
Pertemuan reses Freddy Poernomo bersama BNN di Kab. Bojonegoro

DPRD Jatim Dorong Kolaborasi Pencegahan Narkoba dan Perbaikan Sistem Irigasi

BOJONEGORO

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Freddy Poernomo menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan reses di Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum, Dusun Sumbergirang, Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/7/2026). Selain memperkuat edukasi pencegahan narkoba, Freddy juga menyerap aspirasi petani terkait persoalan irigasi yang menjadi kendala saat musim kemarau.

Freddy mengatakan keterlibatan BNN dalam kegiatan reses merupakan bentuk kepedulian terhadap meningkatnya ancaman peredaran narkoba di Jawa Timur.

Menurutnya, pengungkapan sejumlah kasus narkotika dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pentingnya memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Narkoba ini sangat mengkhawatirkan. Pengungkapan kasus besar belakangan ini mengindikasikan masih banyak potensi kasus lain yang belum terungkap. Karena itu, langkah pencegahan dan sosialisasi Perda Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika harus terus ditingkatkan," ujarnya.

Edukasi Menyasar Pelajar dan Santri

Freddy menjelaskan sosialisasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga kalangan pelajar dan santri di pondok pesantren.

Ke depan, ia berencana memperluas kolaborasi dengan BNN serta melibatkan organisasi purnawirawan TNI dan Polri untuk memperkuat edukasi bahaya narkoba.

"Sosialisasi pencegahan harus dilakukan secara masif. Semua pihak harus terlibat, tidak hanya mengandalkan BNN maupun aparat kepolisian. Mari kita gaungkan bersama perang melawan narkoba," tegas anggota Komisi A DPRD Jatim tersebut.

Petani Keluhkan Krisis Air Irigasi

Selain persoalan narkoba, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai sulitnya memperoleh air irigasi untuk lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Menurut Freddy, para petani tembakau di wilayah Bojonegoro harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian mereka.

"Petani harus mengangkut air sendiri untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Kondisi ini tentu menjadi beban tambahan bagi mereka," katanya.

Minta Pemprov dan BBWS Cari Solusi

Freddy mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait persoalan tersebut.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan evaluasi terhadap pengelolaan distribusi air agar lebih memperhatikan kebutuhan petani di lapangan.

Menurutnya, pengaturan distribusi air perlu dilakukan secara lebih adaptif sehingga wilayah hilir maupun kawasan yang lebih tinggi tetap memperoleh pasokan air untuk irigasi.

"Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Karena itu, persoalan distribusi air ini perlu mendapat perhatian serius agar petani tidak terus mengalami kesulitan saat musim kemarau," ujarnya.

Freddy menegaskan akan terus memperjuangkan aspirasi tersebut melalui Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur agar memperoleh perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu