gerbang baru nusantara

Abdullah Muhdi Dorong KDMP dan MBG Libatkan Masyarakat Lokal di Nganjuk-Madiun

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil 9 Abdullah Muhdi menyampaikan hasil reses di enam titik wilayah Nganjuk dan Madiun. Ia menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta mendorong percepatan pembangunan irigasi dan infrastruktur dasar.

Adi Suprayitno
Kamis, 06 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jatim Dapil 9 Abdullah Muhdi mendorong pelibatan masyarakat lokal dalam program KDMP dan MBG serta mengawal aspirasi infrastruktur dan irigasi di Nganjuk-Madiun.

Reses Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Ketahanan Pangan

SURABAYA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Nganjuk-Madiun, Abdullah Muhdi, menuntaskan rangkaian reses di enam titik dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Infrastruktur dasar, fasilitas keagamaan, penguatan irigasi, hingga pelaksanaan program strategis nasional menjadi perhatian utama yang akan diperjuangkan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Saya reses di Nganjuk dan Madiun, dan banyak hal yang kemudian bisa saya dapatkan. Mulai dari saluran irigasi, jembatan, infrastruktur jalan, fasilitas sarana ibadah, ada pesantren, ada masjid," ujar Abdullah Muhdi, Kamis (6/8/2026).

KDMP dan MBG Diminta Libatkan Masyarakat Desa

Selain persoalan infrastruktur, Abdullah Muhdi menyoroti pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, keberhasilan kedua program tersebut sangat bergantung pada pelibatan masyarakat desa agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

"Pola tata kelola Koperasi Desa Merah Putih dan Makanan Bergizi Gratis harus bersinergi dan melibatkan masyarakat lokal," katanya.

Ia menilai KDMP dapat menjadi penggerak ekonomi desa apabila dikelola secara profesional dan transparan. Sementara itu, program MBG perlu memanfaatkan hasil produksi petani serta pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Selengkapnya:

Kemarau Panjang Jadi Keluhan Utama Warga

Abdullah Muhdi mengatakan dampak kemarau panjang menjadi salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan warga selama reses.

Menurutnya, masyarakat lebih mengenal kondisi tersebut sebagai musim kemarau ekstrem yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian.

"Dari enam titik yang kami datangi, ada pembahasan terkait musim kemarau panjang yang ekstrem. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama para petani," ujarnya.

Ia menjelaskan banyak lahan pertanian mengalami kekeringan akibat keterbatasan jaringan irigasi.

Karena itu, Abdullah Muhdi mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan, baik melalui pembangunan infrastruktur irigasi maupun bantuan bagi masyarakat yang terdampak.

"Harus ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar masyarakat, khususnya di pelosok desa, bisa sedikit terbantu," katanya.

Abdullah Muhdi memastikan seluruh aspirasi yang diterima selama masa reses akan dibawa dalam pembahasan di DPRD Jawa Timur bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ia berharap usulan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

"Semua aspirasi yang kami terima akan kami sampaikan menjadi bahan pembahasan di DPRD Jawa Timur agar dapat ditindaklanjuti sesuai prioritas pembangunan," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu