Reses di Tuban, Ony Setiawan Dorong Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai Terintegrasi
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ony Setiawan berdialog dengan masyarakat nelayan saat reses di Kabupaten Tuban. Dalam kegiatan tersebut, Ony mendorong pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai Terintegrasi untuk memperkuat ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
DPRD Jatim Nilai Potensi Kelautan Tuban Perlu Dikembangkan Secara Terpadu
TUBAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ony Setiawan mendorong pengembangan kawasan pesisir Kabupaten Tuban melalui pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yang terintegrasi. Gagasan tersebut disampaikan saat menggelar reses bersama masyarakat nelayan di kawasan pesisir Tuban, Senin (27/7/2026).
Menurut Ony, Kabupaten Tuban memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan karena didukung garis pantai sepanjang sekitar 65 kilometer serta aktivitas ekonomi pesisir yang terus berkembang.
"Sektor perikanan dan kelautan merupakan salah satu pilar penting perekonomian masyarakat pesisir. Karena itu diperlukan pembangunan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan," ujarnya.
Lima Kecamatan Memiliki Potensi Besar
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur tersebut menjelaskan, terdapat lima kecamatan di Kabupaten Tuban yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, yakni Bancar, Tambakboyo, Jenu, Tuban, dan Palang.
Selain memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya, kawasan tersebut juga dinilai memiliki peluang pengembangan industri pengolahan hasil laut, pelabuhan perikanan, serta wisata bahari.
Usulkan PPI Karangagung Naik Status
Ony secara khusus menyoroti potensi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangagung, Kecamatan Palang, yang dinilai layak ditingkatkan statusnya menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kelas C.
Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada tidak jauh dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan, sehingga berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi baru bagi nelayan di Tuban.
Menurutnya, pelabuhan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat sandar kapal nelayan, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi kawasan ekonomi perikanan yang terintegrasi.
Dilengkapi Fasilitas Pendukung Nelayan
Ony mengusulkan agar kawasan pelabuhan nantinya dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain:
- Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang higienis;
- Cold storage;
- Pabrik es;
- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN);
- Sentra pengolahan hasil perikanan.
Ia juga mendorong penataan kampung nelayan, peningkatan sanitasi, pembangunan infrastruktur pendukung, pemberdayaan keluarga nelayan, hingga pengelolaan lingkungan pesisir melalui instalasi pengolahan air limbah dan pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat.
Baca Selengkapnya
-
DPRD Jatim Soroti Kinerja DKP, Ekosistem Laut Rusak Nelayan Merugi
-
Rupiah Melemah, DPRD Jatim Minta Lindungi Petani dan Nelayan
Minta Pemprov Lakukan Kajian
Politikus PDI Perjuangan itu berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan kajian komprehensif terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai Terintegrasi di Desa Karangagung.
Menurutnya, kajian diperlukan agar pembangunan sesuai dengan tata ruang, regulasi, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
"Pembangunan kawasan pesisir harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat daya saing sektor perikanan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan masyarakat," tegasnya.
Ony berharap pengembangan kawasan pesisir secara terintegrasi mampu menjadikan Kabupaten Tuban sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan di Jawa Timur.










