gerbang baru nusantara

Lilik Hendarwati Dorong Gerakan 5M, Bangun Kepedulian Warga Surabaya

Lilik Hendarwati menggagas Gerakan 5M Peduli Suroboyo untuk mengajak masyarakat tidak sekadar melihat persoalan sosial dan lingkungan, tetapi turut memahami, menyampaikan, membantu, dan menggerakkan warga menjadi bagian dari solusi.

Norah Hasanah
Selasa, 25 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi C sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Lilik Hendarwati, S.Ak., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan melalui Gerakan 5M Peduli Suroboyo.

SURABAYA – Persoalan sosial dan pemeliharaan lingkungan menjadi perhatian anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Lilik Hendarwati, S.Ak., dalam berbagai kegiatan turun ke masyarakat.

Menurut Lilik, pemeliharaan dan perawatan lingkungan tidak cukup dilakukan hanya dengan menyampaikan keprihatinan. Dibutuhkan aksi nyata dan keterlibatan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I Surabaya itu mengajak masyarakat berani mengambil peran melalui Gerakan 5M Peduli Suroboyo.

Gerakan 5M Ajak Warga Surabaya Jadi Bagian dari Solusi

Gerakan yang digagas Lilik tersebut mengajak warga menerapkan lima langkah sederhana, yakni Melihat, Memahami, Menyampaikan, Membantu, dan Menggerakkan.

Menurutnya, lima langkah tersebut dapat menjadi kebiasaan masyarakat agar tidak sekadar menjadi penonton ketika menemukan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

“Jangan hanya melihat ketika ada masalah. Kita harus belajar memahami, berani menyampaikan, mau membantu, dan kemudian mengajak orang lain untuk bergerak,” ujar Lilik.

Ia menyebut persoalan sosial di Surabaya sangat beragam, mulai dari anak dan remaja yang membutuhkan perhatian, lingkungan yang kurang terjaga, kelompok masyarakat rentan, konflik sosial, hingga persoalan ekonomi keluarga. Persoalan tersebut, menurutnya, tidak mungkin sepenuhnya diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah.

“Pemerintah punya kewenangan dan anggaran. DPRD punya fungsi pengawasan dan penganggaran. Tetapi, masyarakat punya sesuatu yang sangat besar, yaitu kepedulian,” tegas Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

Persoalan keluarga menjadi salah satu aspek yang sebelumnya juga mendapat perhatian Lilik. Ia menyoroti tingginya perkara perceraian di Jawa Timur dan mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui komunikasi, dukungan, serta pencegahan persoalan sejak dini.

Baca Selengkapnya: Lilik Hendarwati mendorong penguatan ketahanan keluarga sejak dini menyusul tingginya perkara perceraian di Jawa Timur.

Kepedulian dan Gotong Royong Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Lilik mendorong masyarakat mengubah pola pikir dari sekadar menunggu pemerintah bertindak menjadi bagian dari solusi. Menurutnya, kekuatan masyarakat terletak pada kepedulian dan semangat gotong royong yang dimulai dari lingkungan terdekat.

“Kalau kita melihat ada anak yang mulai bermasalah, jangan buru-buru menghakimi. Kalau melihat lingkungan kotor, jangan hanya mengeluh. Kalau melihat tetangga kesulitan, jangan pura-pura tidak tahu. Kita mulai dari hal kecil yang bisa kita lakukan dan membantu semampunya,” katanya.

Ia menilai kepedulian yang dilakukan secara bersama-sama dan konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Semangat pencegahan persoalan sosial dari lingkup keluarga tersebut juga sejalan dengan dorongan DPRD Jatim untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui regulasi. Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Agus Cahyono sebelumnya mendorong penyusunan Perda Ketahanan Keluarga sebagai landasan bagi program pembinaan keluarga, seperti parenting dan konseling keluarga.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mengusulkan Perda Ketahanan Keluarga untuk memperkuat pembinaan keluarga melalui program parenting, konseling, dan penguatan nilai keluarga.

DPRD dan Masyarakat Punya Peran dalam Menyelesaikan Persoalan

Sebagai wakil rakyat, Lilik menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan, mendorong anggaran yang berpihak kepada kebutuhan warga, serta memastikan berbagai persoalan di lapangan mendapatkan perhatian pemerintah.

“Saya tidak ingin anggota DPRD hanya hadir ketika ada masalah besar. Saya ingin kita hadir sejak masyarakat mulai melihat persoalan itu. Karena masyarakat adalah mata dan telinga pembangunan,” ungkapnya.

Peran keluarga dan masyarakat juga menjadi perhatian anggota DPRD Jatim lainnya. Anggota Komisi A DPRD Jatim Eko Yunianto, misalnya, menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pendidikan serta pembentukan karakter anak, khususnya menghadapi perkembangan era digital.

Baca Selengkapnya: Eko Yunianto menekankan peran keluarga dan pengawasan orang tua dalam pendidikan karakter anak sebagai bagian dari pembangunan generasi muda.

Gerakan 5M Diharapkan Tak Berhenti sebagai Slogan

Lilik berharap Gerakan 5M Peduli Suroboyo tidak berhenti sebagai slogan. Ia ingin gerakan tersebut menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kepedulian itu dapat diwujudkan dengan memperhatikan anak dan lansia, menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat keamanan kampung, mendampingi generasi muda, membantu warga rentan, serta membangun komunikasi dan gotong royong.

“Saya ingin masyarakat mengingat satu pesan, yakni jika melihat, jangan diam; mampu memahami, jangan menghakimi; menyampaikan, jangan takut; membantu, jangan menunggu; mampu menggerakkan, jangan menunggu orang lain,” ujar Lilik.

Ia pun mengajak seluruh warga Surabaya menjadikan kepedulian sebagai karakter masyarakat sehingga mampu bergerak dan tanggap terhadap kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Surabaya tidak hanya membutuhkan kota yang maju. Surabaya membutuhkan masyarakat yang peduli. Karena kota ini bukan hanya milik pemerintah. Surabaya adalah rumah kita bersama yang membutuhkan kepedulian kita semua,” pungkasnya. (Nora)

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu