Benjamin Kristianto Minta Faskes Jatim Siaga Hadapi Peningkatan Influenza A
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto meminta fasilitas kesehatan memastikan kesiapan layanan dan ketersediaan obat di tengah peningkatan aktivitas Influenza A. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan tanpa panik, terutama untuk melindungi kelompok rentan
Influenza A Meningkat di Jatim, Benjamin Minta Stok Obat Faskes Dipastikan Aman
SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur menaruh perhatian terhadap peningkatan aktivitas Influenza A yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mendorong kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).
Perhatian tersebut muncul di tengah data terbaru pengawasan influenza nasional. Laporan Kementerian Kesehatan hingga 19/09/2026 menunjukkan proporsi spesimen positif influenza pada pekan ke-36 meningkat menjadi 46 persen dari 35 persen pada pekan sebelumnya. Meski meningkat, Kementerian Kesehatan masih mengategorikan tingkat aktivitas influenza secara nasional sebagai rendah dan sesuai dengan pola musiman.
Benjamin mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh gejala influenza, khususnya pada kelompok yang berisiko mengalami kondisi lebih berat.
“Masyarakat jangan menganggap remeh gejala flu. Influenza Tipe A penularannya sangat cepat dan gejalanya bisa cukup berat jika daya tahan tubuh sedang drop. Ditambah data BBLKM menunjukkan anak balita rentan terpapar, jadi antisipasi sejak dini adalah kunci utama,” kata Benjamin di Surabaya.
Balita Jadi Kelompok yang Perlu Mendapat Perhatian
Data surveilans yang dikutip Benjamin menunjukkan kelompok bayi dan balita memiliki proporsi terbesar dalam spesimen Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diperiksa BBLKM Surabaya hingga pekan ketiga September 2026.
Pada pekan ke-37, BBLKM Surabaya menerima 51 spesimen ILI-SARI. Dari jumlah tersebut, 16 spesimen terdeteksi positif Influenza A(H1N1)pdm09 dan empat spesimen positif Influenza A(H3N2). Berdasarkan kelompok usia, bayi dan balita tercatat sebesar 42 persen, kelompok usia produktif 26 persen, lansia 20 persen, serta usia sekolah dan remaja 12 persen.
Sementara secara nasional, Kementerian Kesehatan melaporkan Influenza A(H3N2) subclade K—yang secara populer disebut “super flu”—telah terdeteksi di 13 provinsi. Data kumulatif sejak Januari 2026 mencatat Jawa Timur dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki 18 kasus H3N2 subclade K atau sekitar 24 persen dari total kasus yang tercatat.
Istilah “super flu” perlu digunakan secara hati-hati. Istilah tersebut merupakan sebutan populer untuk Influenza A(H3N2) subclade K, bukan nama penyakit atau nomenklatur medis tersendiri.
Benjamin Minta Kesiapan Faskes dan Obat Dipastikan
Benjamin mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama jajaran dinas kesehatan kabupaten/kota memperkuat edukasi, pemantauan, dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketersediaan ruang perawatan dan obat-obatan di puskesmas hingga rumah sakit umum daerah (RSUD) menurutnya perlu dipastikan mencukupi untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pelayanan.
Dorongan tersebut sejalan dengan perhatian yang sebelumnya disampaikan DPRD Jatim. Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni pada Januari 2026 mendorong penguatan surveilans, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, edukasi publik, serta dukungan sarana dan prasarana bagi tenaga kesehatan.
Baca selengkapnya: Sri Wahyuni Ajak Masyarakat Waspada Tanpa Panik Hadapi Isu Super Flu
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim juga pernah mendorong kesiapan logistik medis dasar, penguatan laboratorium, surveilans ILI-SARI, dan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi Influenza A(H3N2) subclade K.
Baca selengkapnya: Kasus Super Flu Tertinggi, Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Antisipasi Cepat
Warga Diimbau Terapkan Pencegahan Sederhana
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Benjamin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi risiko penularan. Warga diimbau menggunakan masker ketika sedang mengalami gejala flu, terutama saat berada di tempat ramai, serta menjaga kebersihan tangan.
“Bila timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke faskes terdekat. Jangan ditunda. Jaga imun tubuh dengan asupan gizi dan istirahat yang cukup,” ujarnya.
Langkah promotif dan preventif tersebut juga sebelumnya menjadi perhatian Komisi E DPRD Jatim. Puguh Wiji Pamungkas mendorong penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi masyarakat, serta optimalisasi fasilitas kesehatan dari rumah sakit hingga puskesmas.
Baca selengkapnya: Dewan Jatim Minta Pemprov Waspadai Kasus Super Flu
Surabaya Catat Lebih dari 40 Ribu Kasus Influenza
Di Surabaya, Dinas Kesehatan mencatat 40.539 kasus influenza secara kumulatif pada Januari–Agustus 2026 berdasarkan data puskesmas dan rumah sakit. Dinkes Surabaya menyebut terjadi peningkatan kasus pada Juli–Agustus dan kembali meningkat memasuki Agustus–September.
Namun, angka tersebut tidak boleh disamakan dengan jumlah kasus “super flu” H3N2 subclade K. Data 40.539 merupakan catatan kasus influenza secara umum di Surabaya, sedangkan identifikasi subtipe atau subclade membutuhkan pemeriksaan laboratorium.
Dinkes Surabaya pada 14/09/2026 juga menyatakan belum melihat lonjakan pasien Influenza A yang sampai membutuhkan rawat inap. Kondisi IGD yang ramai di sejumlah rumah sakit saat itu disebut tidak disebabkan oleh lonjakan Influenza A.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pada 22/09/2026 menyampaikan adanya peningkatan keluhan ISPA atau Influenza A di sejumlah layanan kesehatan, tetapi belum menerima laporan rumah sakit kewalahan hingga harus menolak pasien.
Benjamin berharap kesiapan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat sehingga peningkatan aktivitas influenza dapat direspons secara terukur tanpa menimbulkan kepanikan. (Budi)










