Rasiyo DPRD Jatim Dorong Link and Match Pelatihan dengan Industri
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menegaskan pentingnya konsep link and match antara pelatihan kerja dan kebutuhan industri untuk menekan angka pengangguran.
Rasiyo Tekankan Sinkronisasi Pelatihan dan Dunia Kerja
Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menegaskan pentingnya keselarasan antara dunia pelatihan dan kebutuhan industri guna menekan angka pengangguran di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Rasiyo saat menghadiri pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya, Senin (13/04/2026).
Menurut mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur tersebut, konsep link and match harus benar-benar diterapkan agar lulusan pelatihan kerja tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga terserap di dunia industri dan pasar kerja.
“Pendidikan dan pelatihan harus sinkron dengan kebutuhan industri. Jangan sampai lulusan mesin atau listrik dari SMK dan BLK justru menganggur karena tidak terkoneksi dengan dunia kerja,” tegas Rasiyo.
Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur.
DPRD Jatim Dorong Akses Permodalan bagi Wirausaha Baru
Selain kesiapan tenaga kerja, Rasiyo juga menyoroti pentingnya dukungan permodalan bagi peserta pelatihan yang ingin membuka usaha mandiri setelah menyelesaikan program pelatihan kerja.
Ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan, termasuk Bank Jatim, agar akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Keahlian yang diperoleh harus bisa langsung dipraktikkan, termasuk membuka usaha mandiri. Di sinilah peran perbankan sangat penting,” ujarnya.
Dorongan terhadap peningkatan keterampilan kerja dan pemerataan akses ekonomi juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Selengkapnya: Pembahasan mengenai paket ekonomi pemerintah dan upaya mewujudkan keadilan ekonomi bagi masyarakat
BLK Surabaya Siapkan Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sementara itu, Kepala UPT BLK Surabaya, Isman Widodo, memastikan pelatihan akan berlangsung intensif selama satu bulan dengan dukungan peralatan modern.
Menurutnya, para peserta ditargetkan lulus dengan sertifikat kompetensi yang diakui secara profesional oleh industri maupun lembaga keuangan sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.
“Pelatihan ini dirancang agar peserta benar-benar siap kerja, bukan hanya sekadar memiliki sertifikat,” katanya.
Pada pelaksanaan kali ini, BLK Surabaya membuka sembilan paket pelatihan berbasis kompetensi, meliputi Teknisi Mekatronika, Plate Welder FCAW 3G UP/PF, Pengoperasian Instalasi Kontrol Industri berbasis PLC, Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off Grid, Operator Forklift, Desain Grafis Madya, Junior Secretary, English for Frontline, serta Asisten Teknisi Refrigerasi.
Program pelatihan berbasis kompetensi tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi konkret untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Jawa Timur.
Penguatan konektivitas industri dan pembangunan daerah juga terus menjadi perhatian DPRD Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Baca Selengkapnya: Dorongan Zeiniye DPRD Jatim terhadap revitalisasi jalur kereta api dan pelabuhan guna memperkuat konektivitas ekonomi daerah
Selain itu, pengembangan potensi daerah dan sektor pariwisata juga dipandang mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Jawa Timur.










