gerbang baru nusantara

Fenomena El Nino Godzilla Ancam Jatim, Atika Banowati: Pemprov Jatim Harus Lakukan Ini

DPRD Jatim mengingatkan ancaman El Nino 2026 yang berpotensi memicu krisis air dan gangguan pertanian di Jawa Timur.

Try Wahyudi
Selasa, 07 April 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur, Atika Banowati, mengingatkan ancaman El Nino terhadap krisis air dan pertanian di Jawa Timur.

DPRD Jatim Soroti Ancaman El Nino terhadap Air dan Pertanian

Surabaya — Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Atika Banowati, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) segera menyiapkan langkah antisipatif menghadapi fenomena El Niño ekstrem yang diprediksi melanda pada 2026.

Menurutnya, fenomena yang kerap disebut “Godzilla El Niño” tersebut berpotensi menimbulkan krisis air bersih dan mengganggu sektor pertanian di Jawa Timur.

“Pemerintah perlu melakukan langkah konkret untuk mengantisipasi dampak El Niño, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan pertanian,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).

Normalisasi Bendungan dan Penyediaan Air Bersih Mendesak

Atika menegaskan, normalisasi bendungan dan waduk menjadi langkah mendesak untuk menjaga kapasitas tampung air yang berkurang akibat sedimentasi.

“Langkah ini bertujuan mengembalikan kapasitas tampung air agar cadangan air tetap terjaga saat curah hujan sangat rendah,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.

Ia mengungkapkan, sebanyak 815 desa di 26 kabupaten/kota di Jawa Timur berpotensi mengalami krisis air bersih akibat fenomena ini.

Selain itu, sejumlah infrastruktur juga memerlukan perhatian serius, seperti Bendung Kedungrejo di Madiun yang dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan permanen.

Upaya ini dinilai penting untuk menjaga Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional agar tidak terdampak kemarau panjang.

Isu dampak El Niño terhadap sektor ekonomi dan pangan juga telah menjadi perhatian DPRD Jatim sebelumnya.

baca selengkapnya:

BRIN Prediksi El Nino Terjadi April–Oktober 2026

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena El Niño mulai terjadi pada April 2026 dan berlangsung hingga Oktober 2026.

Dampaknya diperkirakan semakin kuat karena berbarengan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu