SMK Pertanian Diminta Tak Menutup Pintu, DPRD Jatim Dorong Regenerasi Petani Muda
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro, meminta SMK pertanian di Jawa Timur tidak menolak calon siswa baru pada PPDB 2026. DPRD Jatim menilai regenerasi petani muda menjadi langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah di tengah menurunnya jumlah petani usia produktif.
DPRD Jatim Soroti Krisis Regenerasi Petani
SURABAYA — Di tengah ancaman krisis regenerasi petani, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro, menyuarakan harapan agar sekolah-sekolah vokasi pertanian di Jawa Timur tidak menolak calon siswa baru pada momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai pendidikan pertanian bukan sekadar ruang belajar, melainkan bagian penting dalam menjaga masa depan ketahanan pangan Jawa Timur. Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan memberikan kebijakan afirmatif agar generasi muda yang memiliki minat di sektor pertanian tetap memperoleh kesempatan pendidikan.
“Urusan pangan adalah urat nadi Jawa Timur. Saya meminta perhatian khusus dari Ibu Gubernur dan jajaran Dinas Pendidikan untuk memastikan tidak ada anak muda yang memiliki minat di bidang pertanian justru tertolak oleh sistem PPDB atau keterbatasan kuota,” ujar Erjik Bintoro.
Menurut dia, kondisi pertanian di Jawa Timur membutuhkan perhatian serius. Di satu sisi, provinsi ini memiliki hamparan lahan pertanian strategis yang luas dan membutuhkan tenaga terdidik untuk mengelolanya secara modern. Namun, di sisi lain, jumlah petani muda terus menurun, sementara mayoritas petani saat ini telah memasuki usia lanjut.
Komisi B DPRD Jatim Dorong Penambahan Kuota dan Jurusan Pertanian
Komisi B DPRD Jawa Timur menilai regenerasi petani menjadi agenda strategis yang tidak dapat ditunda. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat juga menjadi tantangan bagi ketahanan pangan daerah, sehingga sektor pertanian membutuhkan sentuhan teknologi dan sumber daya manusia muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebagai langkah konkret, Erjik mendorong pemerintah melakukan penambahan rombongan belajar (rombel), optimalisasi fasilitas asrama, hingga kebijakan lain yang memungkinkan SMK jurusan pertanian mampu menampung lebih banyak siswa.
Selain itu, ia meminta pemerintah mulai mempertimbangkan perluasan jurusan pertanian di sekolah-sekolah vokasi lain yang selama ini belum memiliki konsentrasi keahlian sektor agraris.
“Kalau memang dibutuhkan, SMK yang belum memiliki jurusan pertanian juga harus mulai didorong membuka jurusan tersebut. Kita tidak boleh terlambat menyiapkan generasi penerus petani di Jawa Timur,” tegasnya.
SMK Pertanian Disebut Jadi Laboratorium Agropreneur
Erjik berharap sekolah-sekolah pertanian tidak memandang minimnya popularitas sektor agraris sebagai alasan membatasi akses pendidikan. Sebaliknya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi baru petani modern dan wirausahawan pertanian.
“SMK Pertanian adalah laboratorium pencetak agropreneur masa depan. Mari kita bersinergi antara Pemerintah Provinsi, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah untuk mempermudah anak-anak kita yang ingin mengabdi pada sektor ini,” tuturnya.
Dorongan DPRD Jawa Timur terhadap penguatan sektor pertanian juga sejalan dengan berbagai upaya peningkatan ketahanan pangan daerah. Selain itu, DPRD Jawa Timur sebelumnya juga memberikan apresiasi terhadap capaian swasembada pangan Jawa Timur sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya regenerasi petani muda juga dinilai relevan dengan pengembangan teknologi pertanian modern berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menghadapi ancaman perubahan iklim dan kekeringan El Nino 2026.
Baca selengkapnya:
-
pengawasan DPRD Jatim terhadap penguatan infrastruktur pertanian dan irigasi untuk mendukung produktivitas pangan daerah
-
apresiasi DPRD Jatim terhadap capaian swasembada pangan dan dukungan terhadap sektor pertanian daerah
-
pemanfaatan AI pertanian di Jawa Timur untuk meningkatkan produktivitas dan mitigasi dampak kekeringan










