Komisi B DPRD Jatim Usulkan Penguatan Daur Ulang Plastik untuk Stabilitas Harga
Komisi B DPRD Jawa Timur mendorong penguatan industri daur ulang plastik dalam negeri sebagai solusi menghadapi lonjakan harga plastik yang mencapai 60 persen dan membebani pelaku usaha.
DPRD Jatim Soroti Lonjakan Harga Plastik di Pasaran
SURABAYA — DPRD Jawa Timur mendorong penguatan industri daur ulang plastik dalam negeri menyusul kenaikan harga plastik di pasaran yang disebut mencapai hingga 60 persen.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, mengatakan industri daur ulang plastik dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
“Salah satu solusi yang rasional adalah bagaimana pemerintah dapat mendorong daur ulang plastik menjadi bahan baku kembali dengan biaya yang lebih murah,” ujar Khusnul, Rabu (08/04/2026).
Menurutnya, lonjakan harga plastik mulai dikeluhkan pelaku usaha, khususnya di pasar tradisional, karena berdampak langsung terhadap biaya operasional dan harga produk yang dipasarkan kepada masyarakat.
Industri Daur Ulang Dinilai Jadi Solusi Jangka Panjang
Khusnul menilai pengembangan industri daur ulang plastik perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar ketergantungan terhadap bahan baku impor dapat dikurangi.
Selain membantu menjaga stabilitas harga, industri daur ulang juga berpotensi mengurangi volume sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di berbagai daerah.
DPRD Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Kenaikan Harga
Khusnul meminta pemerintah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya sektor perindustrian dan perdagangan, segera melakukan langkah mitigasi agar harga plastik tidak terus mengalami kenaikan.
Menurutnya, pelaku usaha yang masih sangat bergantung pada penggunaan plastik akan menghadapi beban yang semakin besar apabila tidak ada kebijakan dan solusi konkret dari pemerintah.
“Saya berharap dinas terkait dapat melakukan mitigasi agar harga plastik ini tidak terus naik. Kalau tidak ada terobosan, kasihan pelaku usaha yang masih sangat bergantung pada plastik,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi B DPRD Jawa Timur berencana memanggil OPD terkait guna membahas persoalan tersebut secara lebih mendalam sekaligus mencari formulasi kebijakan yang dapat membantu pelaku usaha.
Pengelolaan Sampah Harus Menjadi Prioritas Daerah
Selain aspek ekonomi, penguatan industri daur ulang plastik juga dinilai memiliki dampak positif terhadap pengurangan timbulan sampah yang terus meningkat setiap tahun.
Karena itu, DPRD Jawa Timur menilai pengelolaan sampah harus menjadi prioritas pemerintah daerah, tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui industri daur ulang.
Baca Selengkapnya:
-
Dorongan agar penanganan sampah menjadi prioritas daerah melalui penguatan kebijakan dan infrastruktur pengelolaan sampah di Sidoarjo
-
Evaluasi DPRD Jawa Timur terhadap implementasi kebijakan pengelolaan sampah regional serta tantangan penanganan timbulan sampah yang mencapai sekitar 9 juta ton per tahun
-
Dorongan optimalisasi Tanah Kas Desa (TKD) untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di Sidoarjo
Ketergantungan Impor Dinilai Jadi Faktor Kenaikan Harga
Khusnul mengungkapkan kenaikan harga plastik diduga dipengaruhi faktor global karena sebagian bahan baku plastik nasional masih bergantung pada impor.
Selain itu, dinamika geopolitik internasional dan gangguan rantai pasok global dinilai turut memberikan dampak terhadap kenaikan harga bahan baku plastik di dalam negeri.
Menurut DPRD Jawa Timur, kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk memperkuat industri daur ulang domestik agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari dalam negeri secara lebih berkelanjutan.
Komisi B DPRD Jatim Siapkan Pembahasan Lanjutan
Komisi B DPRD Jawa Timur memastikan akan membahas persoalan kenaikan harga plastik secara lebih mendalam bersama OPD terkait guna mencari solusi yang tepat bagi pelaku usaha dan industri.
“Insyaallah akan kami bahas di komisi, termasuk mencari solusi agar persoalan ini dapat segera ditangani,” ujar Khusnul.
DPRD berharap penguatan industri daur ulang plastik tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi sirkular yang mendukung pertumbuhan industri sekaligus pelestarian lingkungan.










