Dewan Jatim Dorong Perempuan Berdaya lewat Edukasi Kesehatan dan Gizi
Komisi E DPRD Jatim mendorong penguatan edukasi kesehatan dan gizi bagi perempuan, khususnya ibu hamil dan keluarga di daerah 3T. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan angka kematian ibu dan anak di Jawa Timur melalui program promotif dan preventif kesehatan.
DPRD Jatim Dorong Penguatan Edukasi Kesehatan Perempuan dan Anak
SURABAYA — Komisi E DPRD Jawa Timur mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi gizi dan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, ibu dengan anak usia dini, serta perempuan yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Dorongan tersebut sejalan dengan tema nasional Hari Kartini 2026, yakni “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”. Sementara itu, tema Hari Kartini di Jawa Timur mengusung “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)”.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menilai peningkatan literasi kesehatan masyarakat menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan ibu dan anak.
Program Cek Kesehatan Gratis Harus Dioptimalkan
Cahyo menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu instrumen deteksi dini penyakit dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
“Negara sudah memiliki program Cek Kesehatan Gratis. Kami berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota mampu mengimplementasikan dan mengawal pelaksanaannya,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan yang tersedia.
Perempuan di Wilayah 3T Perlu Perhatian Khusus
Cahyo menilai perempuan yang tinggal di wilayah 3T perlu mendapatkan perhatian khusus karena termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan kesehatan dan jaminan keberlangsungan hidup.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan edukasi kesehatan ibu dan anak sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
“Karena mereka merupakan bagian dari kelompok masyarakat rentan, maka negara wajib memberikan perlindungan kesehatan dan jaminan keberlangsungan hidup bagi mereka,” imbuhnya.
Menurut DPRD Jawa Timur, pemerataan akses layanan kesehatan harus menjadi prioritas agar masyarakat di daerah terpencil memperoleh layanan yang setara dengan wilayah perkotaan.
Penurunan AKI Perlu Diikuti Pemerataan di Seluruh Daerah
Terkait Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Timur, Cahyo menyebut jumlah kasus secara umum mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut belum merata di seluruh kabupaten dan kota sehingga diperlukan pendekatan yang lebih spesifik sesuai kondisi masing-masing daerah.
“Alhamdulillah, angka kematian ibu hamil, bayi, dan anak di Jawa Timur terus menurun. Namun, kita juga harus melihat kondisi setiap daerah secara case by case, karena data tersebut masih bersifat umum,” jelasnya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah daerah dengan angka kasus yang memerlukan perhatian serius dan intervensi yang lebih intensif dari pemerintah daerah.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Layanan Dasar yang Harus Diperkuat
Cahyo menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
DPRD Jawa Timur menilai sektor kesehatan dan pendidikan merupakan layanan dasar yang harus tetap menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Baca Selengkapnya:
-
Penegasan DPRD Jawa Timur bahwa layanan kesehatan dan pendidikan tetap menjadi sektor prioritas yang tidak boleh terganggu oleh kebijakan kerja fleksibel maupun efisiensi birokrasi
-
Ajakan untuk memperkuat peran dan pemberdayaan perempuan menjelang Hari Kartini sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif
-
Evaluasi DPRD Jawa Timur terhadap capaian sektor kesehatan dalam LKPJ Gubernur serta pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat
Semangat Hari Kartini Jadi Momentum Pemberdayaan Perempuan
DPRD Jawa Timur menilai peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan keluarga.
Melalui peningkatan akses informasi, layanan kesehatan, dan program pemberdayaan, perempuan diharapkan dapat berperan lebih besar dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan promotif dan preventif kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak-anak, sehingga jaminan kesehatan mereka dapat terpenuhi,” tandas Cahyo.










