gerbang baru nusantara

5.800 Kasus TBC di Sidoarjo, DPRD Jatim Desak Gerakan Pencegahan hingga Tingkat RT

Anggota DPRD Jawa Timur Dapil II Kab. Sidoarjo Adam Rusydi meminta upaya pencegahan tuberkulosis (TBC) di dapilnya diperkuat hingga tingkat desa, RT, dan RW. Langkah ini dinilai penting menyusul temuan sekitar 5.800 kasus TBC yang tercatat oleh Dinas Kesehatan setempat.

Gegeh Bagus S
Sabtu, 06 Juni 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil II Kab. Sidoarjo Adam Rusydi minta penguatan pencegahan TBC hingga tingkat desa, RW, dan RT

DPRD Jatim Soroti Tingginya Kasus TBC di Sidoarjo

SIDOARJO – Alarm penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sidoarjo semakin menjadi perhatian. Dinas Kesehatan setempat mencatat sedikitnya 5.800 kasus TBC ditemukan di wilayah yang dikenal sebagai Kota Delta tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, Adam Rusydi, meminta penanganan dilakukan secara lebih masif hingga tingkat desa dengan melibatkan perangkat desa, RT, dan RW guna mempercepat upaya pencegahan penyakit menular tersebut.

Menurut Adam Rusydi, tingginya angka kasus yang terungkap saat ini tidak serta-merta dapat dipandang sebagai kegagalan pemerintah daerah. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa proses skrining dan deteksi dini berjalan aktif.

“Ketika Dinas Kesehatan benar-benar melakukan pengecekan secara aktif kepada masyarakat dan menemukan kasus-kasus tersebut, tentu itu patut diapresiasi. Artinya, upaya deteksi dini berjalan dengan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (06/06/2026).

Ia menambahkan, apabila angka tersebut memang menggambarkan kondisi riil di lapangan, maka diperlukan langkah penanganan yang lebih serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Pelibatan RT dan RW Dinilai Krusial untuk Edukasi TBC

Adam Rusydi menegaskan bahwa DPRD Jawa Timur mendukung penuh langkah Dinas Kesehatan dalam melakukan pengobatan maupun pencegahan penyebaran TBC.

Menurut politikus Partai Golkar tersebut, pemerintah desa harus dilibatkan lebih aktif dalam edukasi kesehatan masyarakat karena memiliki kedekatan langsung dengan warga.

“Perangkat desa, RT, dan RW harus dilibatkan secara maksimal. Mereka adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga proses edukasi dan sosialisasi bisa berjalan lebih masif,” katanya.

Ia menilai edukasi mengenai pola hidup sehat merupakan salah satu kunci utama untuk menekan penyebaran TBC. Masyarakat perlu memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah, memastikan sirkulasi udara yang baik, serta menciptakan lingkungan yang sehat.

“Ketika masyarakat memahami bagaimana menciptakan rumah sehat dan lingkungan sehat, tentu akan berdampak pada menurunnya risiko penyebaran TBC,” jelasnya.

Baca selengkapnya: DPRD Jatim menyoroti tingginya kasus TBC dan mendorong peningkatan kinerja serta langkah pencegahan yang dilakukan Dinas Kesehatan

Pencegahan dan Pelacakan Kontak Erat Harus Diperkuat

Selain edukasi masyarakat, Adam Rusydi meminta pemerintah daerah terus memperkuat pelacakan kontak erat (contact tracing) dan langkah pencegahan lainnya agar penyebaran TBC tidak semakin meluas.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kasus baru.

Baca Selengkapnya:

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TBC di Sidoarjo.

Dari jumlah tersebut, tingkat penanganan mencapai sekitar 91 persen atau lebih dari 5.700 kasus yang telah mendapatkan layanan pengobatan dan pendampingan.

Meski capaian penanganan tergolong tinggi, pemerintah daerah tetap didorong untuk meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi agar laju penyebaran TBC dapat ditekan serta angka kasus baru tidak terus bertambah setiap tahun.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu