Reses di Sidoarjo, Hari Yulianto Dorong Pelatihan Wirausaha dan Penguatan UMKM Tekan Pengangguran
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hari Yulianto berdialog dengan masyarakat saat kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan aspirasi terkait pelatihan wirausaha, penguatan UMKM, dan penanganan pengangguran.
Aspirasi Warga Berfokus pada Pemberdayaan Ekonomi
SIDOARJO – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hari Yulianto menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/7/2026). Pemberdayaan ekonomi masyarakat, penanganan pengangguran, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi isu utama yang disampaikan warga.
Dalam dialog tersebut, masyarakat berharap adanya program pelatihan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha, terutama bagi kalangan pemuda dan ibu rumah tangga.
Baca Selengkapnya:
-
DPRD Jatim Dukung Pendidikan Kewirausahaan untuk Tekan Pengangguran
-
Reses Yordan Batara Goa Fokus pada Penguatan Kewirausahaan Pemuda
-
Komisi E Dukung MTU Malang untuk Tekan Pengangguran Jatim
Dorong Pelatihan Wirausaha bagi Pemuda dan Perempuan
Hari mengatakan aspirasi terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat cukup tinggi. Menurutnya, program pelatihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok agar memberikan manfaat yang optimal.
"Aspirasi masyarakat terkait pemberdayaan cukup tinggi. Bagi kelompok pemuda, fokusnya rata-rata pada pelatihan digital marketing dan bidang terkait. Sementara untuk ibu-ibu, banyak yang mengusulkan pelatihan pembuatan kue, menjahit, hingga pelatihan tata rias atau kecantikan," ujarnya.
Ia memastikan seluruh usulan masyarakat akan dikawal melalui mekanisme yang berlaku, baik melalui fungsi kedewanan maupun melalui sinergi dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Penguatan UMKM Dinilai Penting Tekan Pengangguran
Selain pelatihan keterampilan, Hari juga menyoroti tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) serta dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih dirasakan masyarakat.
Menurut Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut, penguatan sektor UMKM dan peternakan dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan kerja.
Ia mendorong peningkatan pendampingan kepada pelaku usaha melalui kemudahan pengurusan legalitas usaha serta penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) guna meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.
Hari mengakui akses permodalan masih menjadi kendala yang banyak dihadapi pelaku UMKM maupun peternak dalam mengembangkan usahanya.
Menurutnya, skema pembiayaan melalui lembaga perbankan telah tersedia. Namun, kondisi ekonomi saat ini membuat sebagian masyarakat masih berhati-hati dalam memanfaatkan fasilitas pinjaman.
"Secara regulasi permodalannya memang masih ada hambatan. Kami sempat mengarahkan skema kredit melalui Bank Jatim, tetapi melihat kondisi ekonomi saat ini, masyarakat atau pelaku usaha masih banyak yang ragu untuk mengambil risiko pinjaman bank," katanya.
Ia berharap sinergi antara pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan akses pembiayaan dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.










