gerbang baru nusantara

Ony Setiawan Minta Program Pakan Murah Diikuti Penyediaan Bibit Unggas

Anggota Komisi B DPRD Jatim Ony Setiawan meminta rencana pembangunan pabrik pakan murah diikuti penyediaan bibit unggas ras dan nonras agar manfaatnya menjangkau peternak rakyat.

Try Wahyudi
Minggu, 11 Oktober 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Ony Setiawan menyoroti pentingnya ketersediaan pakan terjangkau dan bibit unggas unggul untuk mendukung keberlangsungan usaha peternak rakyat.

SURABAYA — Rencana pembangunan pabrik pakan ternak terintegrasi di Jawa Timur dinilai perlu diikuti penguatan akses bibit unggas bagi peternak rakyat. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Ony Setiawan mengingatkan bahwa biaya pakan bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi peternak kecil.

Menurut Ony, ketersediaan bibit unggas yang sesuai dengan kemampuan pemeliharaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Ia mendorong pemerintah memperhatikan penyediaan bibit unggas ras maupun nonras unggul, terutama jenis yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.

Ony Soroti Ketersediaan Bibit Unggas bagi Peternak Kecil

Ony menjelaskan bahwa peternak rakyat menghadapi keterbatasan dalam menyediakan bibit ayam ras secara mandiri.

Produksi anak ayam umur sehari atau day-old chick (DOC) memerlukan penanganan khusus sehingga tidak semua peternak kecil memiliki kemampuan untuk memproduksinya sendiri.

Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memperluas perhatian pada pengembangan bibit unggas nonras yang dapat dipelihara masyarakat dengan lebih mudah.

“Pemerintah juga harus menyiapkan bibit unggas non ras, yg lebih adaptif dengan kondisi lokal, dan mudah dipelihara oleh rakyat,” ujar Ony.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim asal Tuban tersebut menilai ketersediaan pilihan bibit dapat membantu peternak menyesuaikan kegiatan usaha dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Dukungan bibit yang tepat juga diharapkan melengkapi program penyediaan pakan dengan harga lebih terjangkau.

Rencana Pabrik Pakan Diharapkan Tekan Biaya Produksi

Pemerintah pusat sebelumnya merencanakan pembangunan pabrik pakan ternak terintegrasi di lima wilayah, yakni Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.

Dalam rencana yang disampaikan, pembangunan fasilitas tersebut memiliki total alokasi anggaran Rp2,2 triliun dengan target penyelesaian pada 2027.

Program yang disebut sebagai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu diarahkan untuk memperpendek rantai pasok dan mengurangi biaya distribusi pakan.

Ony menyambut rencana tersebut karena pengeluaran untuk pakan merupakan salah satu komponen terbesar dalam kegiatan peternakan.

“Pakan ternak berkontribusi hingga 70% pada biaya produksi peternakan. Sehingga, dengan menciptakan pakan ternak murah untuk rakyat, langkah ini akan sangat membantu peternak kecil di Jawa Timur,” katanya, Minggu (11/10/2026).

Menurut Ony, penurunan biaya pakan berpotensi memberikan ruang lebih besar bagi peternak untuk mempertahankan kegiatan produksi.

Namun, manfaat program tersebut tetap bergantung pada keterjangkauan harga dan akses peternak terhadap produk pakan yang nantinya dihasilkan.

Pakan Terjangkau dan Bibit Unggul Perlu Saling Mendukung

Ony berharap program pemerintah tidak berhenti pada penyediaan fasilitas produksi pakan.

Ia menilai penguatan peternak rakyat perlu mencakup faktor produksi lain, terutama ketersediaan bibit unggas yang sesuai dengan kebutuhan usaha skala kecil.

“Dengan adanya varian bibit unggas (ras dan non ras unggulan) serta pakan ternak murah, peternak kecil akan sangat terbantu dan pendapatan peternak lokal akan meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, kombinasi kedua dukungan tersebut dapat memperkuat peluang peternak meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlangsungan usaha.

Meski demikian, peningkatan pendapatan peternak juga akan dipengaruhi oleh kondisi pasar, harga jual hasil ternak, dan biaya produksi lainnya.

Penguatan Peternakan Lokal Juga Menjadi Perhatian DPRD Jatim

Perhatian terhadap pengembangan usaha peternakan rakyat sebelumnya juga disampaikan anggota DPRD Jatim dalam sejumlah pembahasan.

Salah satunya berkaitan dengan penguatan usaha peternak sapi perah lokal.

Baca selengkapnya: Eddy Paripurna sebelumnya mendorong penguatan peternak sapi perah lokal sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor peternakan Jawa Timur

Selain penguatan kegiatan produksi, DPRD Jatim juga membahas pengembangan nilai tambah produk daerah melalui rancangan regulasi.

Baca selengkapnya: Ibnu sebelumnya mendorong peningkatan daya saing produk Jawa Timur melalui dua raperda yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem produk halal dan hilirisasi peternakan

Pembahasan hilirisasi peternakan juga mencakup penguatan ketentuan dalam rancangan peraturan daerah.

Baca selengkapnya: DPRD Jatim sebelumnya membahas penguatan ketentuan sanksi dalam Raperda Pengembangan Hilirisasi Peternakan sebagai bagian dari penyusunan aturan sektor peternakan

Ketiga pemberitaan tersebut menjadi konteks perhatian DPRD Jatim terhadap pengembangan sektor peternakan, mulai dari penguatan pelaku usaha hingga peningkatan nilai tambah produk.

Ony Harap Manfaat Program Menjangkau Peternak Rakyat

Ony menilai keberhasilan program pakan murah perlu dilihat dari manfaat yang diterima peternak kecil.

Ia berharap pembangunan fasilitas produksi pakan dapat mendukung efisiensi usaha, sementara penyediaan bibit unggas unggul membantu peternak mengembangkan kegiatan produksi sesuai kondisi lokal.

Dengan dukungan yang saling melengkapi, peternak rakyat di Jawa Timur diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan penghasilan. (Yudhie)

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu