gerbang baru nusantara

Komisi D Gelar Forkom Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo

Komisi D Gelar Forkom Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo

Adi Suprayitno
Kamis, 01 Oktober 2020
Bagikan img img img img
Persoalan aliran Sungai Bengawan Solo masih menjadi problem kedua provinsi yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mengingat kedua daerah itu tidak mempunyai wewenang sehingga penyelesaian Sungai Bengawan Solo harus menunggu persetujuan pemerintah pusat.
 
Selama ini problemnya adalah ketika musim hujan, masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo harus merasakan luapan air. Sebaliknya, kalau kemarau kesulitan mendapatkan air.
 
Untuk itu, problem tersebut dibahas melalui Forum Komunikasi (Sinergitas) Pemprov Jatim dan Jawa Tengah bertemakan "Dalam Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo". Forum ini digelar oleh Komisi D DRPD Jatim di Solo ini menghadirkan Gubernur Jateng Gandar Pranowo, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Kementrian PUPR, Kemenko Maritim dan Investasi secara virtual.
 
Dalam pembukaannya, Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad menjelaskan, problem Bengawan Solo terjadi hampir setiap tahun. Maka satu-satunya progres yang harus dilakukan adalah bersama-sama melakukan sinergitas.
 
Sadad mengajak masyarakat menjadikan Bengawan Solo sebagai rahmad. Mengingat Bengawan Solo merupakan aset besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sungai ini tidak hanya menyangkut sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata saja. Tetapi juga menyangkut hal-hal yang jauh besar menyangkut pelayanan masyarakat.
 
"Salah satu konsen kita adalah sustainability (keberlanjutan). Dan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)," katanya.
 
Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim itu menjelaskan, bahwa tahun 2030 sistem pengairan termasuk kebutuhan air minum, air bersih didesain agar layak diminum oleh seluruh masyarakat. Dengan begitu, layak untuk melangsungkan kehidupan sehari-hari
 
"Ini menjadi penting karena Bengawan Solo dari segi kewilayahan menyangkut dua provinsi besar yang sama-sama memiliki satu fundamental ekonomi yang kuat menompang nasional yaitu pertanian," tuturnya.
 
Menurutnya, Jatim dan jateng merupakan lumbung pertanian yang penting untuk Indonesia. Kalau tidak ada Jatim, sebagian Jateng tidak bisa makan nasi. Maka hal ini suatu hal yang harus dihargai. 
 
Bengawan Solo memiliki kekayaan alam mempunyai dampak positif bagi kehidupan manusia sehingga bisa menjadi kekuatan sains. Maka, Jatim sangat bergantung pada pertanian. 
 
"Kedua tugas kita untuk menerima sumber daya alam yang dimiliki sebagai warisan. Jika dilihat dari persepsi sosialogi, agama alam semuanya penting dan terintegrasi dengan baik," paparnya.
 
Sadad menegaskan, saat ini tugas masyarakat adalah menjaga kualitas keberlangsungannya, kualitas SDA sehingga bisa dinikmati generasi berikutnya. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kalau diniati, dan dilihat dari persepektif agama. Maka menjaga SDA sama halnya menjaga sumber kehidupan yang akan datang.
 
"Ini penting agar semua yang akan dirumuskan dalam forum komunikasi ini benar-benar ada nilai positifnya," terangnya.
 
Sementara itu Wagub Jatim Emil Dardak berharap ada solusi dengan adanya forum komunikasi ini. Persoalan selama ini adalah 69% air yang terbuang. Sementara sisanya 31 persen yang bisa dimanfaatkan untuk industri, perkotaan dan pertanian. 
 
Emil menyebut salah satu solusi yang tepat adalah optimalisasi pemanfaatan air yang belum termanfaatkan, pengelolaan sumber daya air secara integritas demi mengurangi resiko bencana. Selain itu bisa dengan menjalankan program one river, one plan and one management. 
 
"Kami mendukung jika memang ada upaya sinergitas dua provinsi ini," kata suami Arumi Bachsin tersebut.
 
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
mengaku surprise dengan sinergitas yang dihadiri oleh DPRD Jatim, Jateng Pemkab dan Pemkot yang wilayahnya di lewati sungai Bengawan Solo.
 
Ganjar menilai perlu ada otoritas khusus yang menangani Bengawan Solo. Dengan begitu, ketika terjadi masalah bisa dicarikan solusi tanpa menyalahkan daerah satu dengan lainnya. Maka, Ganjar akan menindaklanjuti
dengan menginventarisasi masalah yang ada dengan melibatkan Jatim dan Jateng. Termasuk pemerimtah pusat.
 
"Kami siap mendukung bentuk otoritas khusus bengawan solo. Ayo kita sisir sungai dari Jateng ke Jatim, sehingga tahu apa yang mau kita lakukan," katanya.
 
Selama ini permasalahan banjir tidak hanya dirasakan Jatim. Tetapi juga dirasakan oleh kabupaten/kota di  Jateng.
 
"Tidak hanya Jatim, wilayah kami juga sama alami banjir. Maka saya sepakat ini harus dicari solusinya karena menjadi perhatian saya juga," terangnya. 
 
Selain banjir, aliran sungai Bengawan Solo juga menimbulka pencemaran lingkungan. Dengan begitu, beberapa wilayah tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih. Pemprov Jateng akan menindak tegas pabrik yang tidak memperbaiki pengolahan limbahnya
 
Ganjar mengingatkan bahwa ke depan cuaca ekstrim akan terjadi. Hal ini sesuai prakiraan oleh BMKG bahwa curah hujan dan cuaca ekstrim akan menjadi masalah yang harus diwaspadai.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu