Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Serap Aspirasi Strategis di Bojonegoro
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni menyerap aspirasi masyarakat Bojonegoro terkait pendidikan keagamaan, kesejahteraan guru TPQ, dan pemberdayaan ekonomi dalam kegiatan reses.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (08/02/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi sarana strategis bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus mempererat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen di daerah pemilihan.
Melalui kegiatan ini, anggota Fraksi Partai Demokrat tersebut menghimpun tiga aspirasi strategis dari masyarakat, yakni penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kesejahteraan dan peran pendidik, serta pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan bibit sayur-mayur.
Sri Wahyuni menuturkan bahwa serapan aspirasi masyarakat Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat menjadi bagian dari perumusan kebijakan pembangunan di Provinsi Jawa Timur ke depan.
Reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, pemuda, hingga kalangan pendidik. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto, turut hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sebagai konteks pemberdayaan masyarakat, berbagai program berbasis komunitas di Bojonegoro sebelumnya juga menunjukkan dampak ekonomi yang nyata (baca selengkapnya: inovasi kader PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan kesejahteraan warga
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15229/inovasi-pkk-guyangan-bojonegoro-dongkrak-ekonomi-warga).
Dialog Aspirasi: Pendidikan Keagamaan, Guru TPQ, dan Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna mendengarkan, mencatat, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan di tingkat provinsi.
“Reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog yang sangat penting bagi kami untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Sri Wahyuni.
Memasuki sesi dialog dan tanya jawab, antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Sedikitnya tiga perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai usulan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan, kesejahteraan guru, serta pemberdayaan masyarakat.
Aspirasi yang disampaikan antara lain:
- program konkret pengembangan pendidikan Islami,
- peningkatan semangat anak-anak dalam belajar agama melalui dukungan perlengkapan belajar,
- permohonan insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ),
- bantuan instruktur senam untuk kegiatan kesehatan masyarakat,
- bantuan bibit sayur-mayur guna menunjang kebutuhan dan ketahanan pangan warga.
Aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum reses juga sejalan dengan pola penjaringan aspirasi yang kerap dilakukan anggota DPRD Jatim saat turun ke daerah pemilihan (baca selengkapnya: kegiatan reses dan dialog bersama masyarakat serta pemangku kepentingan daerah dalam menyerap kebutuhan warga
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/13880/reses-bersama-kepala-bakorwil-ketua-pkk-dan-wabub-bojonegoro-aulia-s).
Komitmen Perjuangkan Aspirasi dan Penguatan Program Masyarakat
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Sri Wahyuni menegaskan bahwa penguatan pendidikan keagamaan menjadi perhatian penting, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.
“Untuk pendidikan Islami, kami mendorong program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti bantuan sarana dan prasarana Taman Pendidikan Al-Qur’an, dukungan alat belajar, serta kegiatan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Terkait upaya meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar agama, ia menilai dukungan perlengkapan belajar sangat dibutuhkan dan akan diupayakan melalui program yang bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Mengenai permintaan insentif bagi guru TPQ, Sri Wahyuni mengakui peran besar para guru ngaji dalam membangun akhlak generasi muda dan berkomitmen memperjuangkan aspirasi tersebut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan pilar penting dalam pendidikan karakter. Aspirasi terkait insentif ini akan kami catat dan perjuangkan agar ke depan terdapat perhatian yang lebih terhadap kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Adapun usulan bantuan instruktur senam dan pemberian bibit sayur-mayur dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi keluarga. Ia menyatakan akan mendorong program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pola hidup sehat serta ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
Kebutuhan masyarakat terhadap bantuan dan dukungan program juga kerap muncul saat anggota DPRD turun ke daerah pemilihan, termasuk persoalan ketersediaan kebutuhan pokok dan kesejahteraan warga (baca selengkapnya: aspirasi warga terkait kebutuhan masyarakat yang disampaikan saat kunjungan dapil di Bojonegoro
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/12899/disambati-kelangkaan-saat-turun-ke-dapil-menyapa-warga-bojonegoro-nu).
Selain dialog dan penyampaian aspirasi, kegiatan reses juga diisi dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Puluhan anak yatim menerima santunan yang diharapkan dapat meringankan beban serta memberikan motivasi untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
Reses ditutup dengan doa bersama serta harapan agar aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara nyata. Warga Desa Margomulyo menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat terus terjalin dengan baik.










