gerbang baru nusantara

Produksi Tebu di Kabupaten Malang Tembus 4,29 Juta Ton, Penyangga Gula di Jatim

Anggota DPRD Jawa Timur Dapil VI Malang Raya Dewanti Rumpoko menyebut produksi tebu Kabupaten Malang mencapai 4,29 juta ton pada 2025. Kecamatan Gondanglegi dan Bantur menjadi kontributor terbesar yang mendukung posisi Jawa Timur sebagai penyangga utama produksi gula nasional.

Try Wahyudi
Sabtu, 20 Juni 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menyoroti peningkatan produksi tebu Kabupaten Malang yang dinilai berperan penting dalam mendukung swasembada gula nasional dan memperkuat ketahanan pangan Jawa Timur.

Produksi Tebu Kabupaten Malang Terus Meningkat

SURABAYA — Produksi tebu di Kabupaten Malang terus menunjukkan tren positif dan menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada gula nasional serta memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas perkebunan di Jawa Timur.

Anggota DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mengatakan berdasarkan data yang diterimanya, Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur menjadi penyumbang terbesar produksi tebu di Kabupaten Malang.

“Gondanglegi menjadi wilayah dengan produksi tebu tertinggi di Kabupaten Malang. Pada 2025, wilayah tersebut menghasilkan 439,92 ribu ton tebu. Sementara Kecamatan Bantur mencatat produksi mencapai 402,98 ribu ton,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut, Sabtu (20/06/2026).

Menurut Dewanti, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor perkebunan tebu di Kabupaten Malang yang selama ini menjadi salah satu penopang produksi gula di Jawa Timur.

Potensi Besar Tebu Malang Dukung Swasembada Gula Nasional

Mantan Wali Kota Batu itu menilai keberhasilan peningkatan produksi tebu tidak terlepas dari dukungan kondisi alam yang sesuai serta konsistensi petani dalam mempertahankan tebu sebagai komoditas unggulan daerah.

“Selain didukung kondisi alam yang baik, mayoritas petani di wilayah tersebut masih mempertahankan tebu sebagai komoditas unggulan. Hal ini dapat menjadi bagian penting dari penyangga produksi gula di Jawa Timur,” jelasnya.

Dewanti menambahkan, sektor pergulaan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, peningkatan produktivitas tebu harus terus didorong melalui penguatan teknologi pertanian, perbaikan tata niaga, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mendorong pemerintah memberikan solusi terhadap persoalan komoditas pertanian yang mengalami kendala distribusi dan pemasaran agar kesejahteraan petani tetap terjaga

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Industri Gula Jawa Timur

Dewanti menegaskan bahwa penguatan industri gula tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pabrik gula, serta petani untuk menghasilkan tebu dan gula yang berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan nasional.

“Ke depan perlu ada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, pabrik gula, hingga petani agar mampu menghasilkan tebu dan gula yang berkualitas serta memperkuat pasokan nasional,” tegasnya.

Data sektor perkebunan menunjukkan bahwa produksi tebu di Jawa Timur pada 2025 mencatat rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Luas lahan tebu yang digiling mencapai sekitar 185 ribu hektare dengan total produksi sebesar 20,6 juta ton tebu.

Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mampu menghasilkan gula kristal putih sebanyak 1,1 juta ton sepanjang 2025, menjadikannya sebagai provinsi penyumbang utama produksi gula nasional.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu