DPRD Minta Pemprov Jatim Perkuat Mitigasi Penyebaran Hantavirus
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat mitigasi dan kewaspadaan dini terhadap hantavirus. DPRD menilai pengawasan kesehatan, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat untuk mencegah potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut di Jawa Timur.
SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta meningkatkan mitigasi dan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus yang mulai menjadi perhatian dunia. Langkah antisipasi dinilai perlu diperkuat sejak dini guna mencegah potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut di Jawa Timur.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengatakan kewaspadaan terhadap hantavirus perlu dilakukan secara serius meskipun jumlah kasus yang dilaporkan masih relatif terbatas. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk mobilitas masyarakat internasional sehingga perlu meningkatkan sistem deteksi dan mitigasi penyakit menular.
“Terkait hantavirus yang saat ini dilaporkan mengalami outbreak di beberapa negara, seperti Spanyol dan negara lainnya, tentu hal ini harus menjadi kewaspadaan bagi Indonesia, terutama Jawa Timur yang juga menjadi pintu masuk mobilitas masyarakat global,” ujar Puguh, Senin (11/5/2026).
Hantavirus Perlu Diantisipasi Melalui Sistem Kewaspadaan Dini
Puguh menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularan dapat terjadi melalui paparan urin, kotoran, maupun air liur hewan yang terinfeksi.
“Penyebarannya melalui hewan pengerat atau tikus kepada manusia, baik melalui kotoran, urin, maupun air liur tikus yang terinfeksi. Karena itu, ancaman hantavirus ini perlu segera diantisipasi,” katanya.
Menurutnya, pengalaman Indonesia menghadapi berbagai penyakit zoonosis sebelumnya harus menjadi pelajaran penting dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini dan pencegahan penyebaran penyakit.
Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci Pencegahan
Puguh menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan untuk memperkuat sistem pengawasan, pemantauan kesehatan masyarakat, pengendalian populasi hewan pengerat, serta edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penyakit zoonosis.
“Ini harus ada kolaborasi dan sinergi lintas sektoral agar kemungkinan ancaman merebaknya hantavirus di Jawa Timur benar-benar dapat dicegah. Paling tidak, langkah-langkah mitigasi sudah mulai dipersiapkan sejak sekarang,” ucapnya.
Penguatan Mitigasi Penyakit Menular Harus Menjadi Prioritas
Peningkatan kewaspadaan terhadap hantavirus sejalan dengan berbagai upaya DPRD Jawa Timur dalam mendorong penguatan sistem kesehatan dan pencegahan penyakit. DPRD menilai langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Baca Selengkapnya: DPRD Jatim meminta Pemprov melakukan antisipasi dini terhadap potensi penyebaran hantavirus melalui penguatan pengawasan kesehatan, edukasi masyarakat, dan sistem deteksi dini penyakit zoonosis
Selain penyakit zoonosis, DPRD Jawa Timur juga menaruh perhatian terhadap berbagai ancaman kesehatan lainnya yang memerlukan penanganan preventif dan kolaboratif.
Baca Selengkapnya: Puguh Wiji Pamungkas mendorong penguatan program pencegahan penyakit jantung bawaan pada anak melalui deteksi dini dan peningkatan layanan kesehatan ibu serta anak sebagai upaya menekan risiko penyakit sejak usia dini
Waspadai Potensi Wabah Penyakit Pasca-Bencana
Puguh menilai sistem kesehatan daerah harus memiliki kesiapsiagaan yang kuat terhadap berbagai ancaman penyakit, baik yang berasal dari faktor lingkungan maupun kondisi pascabencana. Pengawasan kesehatan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi wabah dapat dicegah sejak awal.
Baca Selengkapnya: DPRD Jatim sebelumnya juga menyoroti risiko munculnya wabah penyakit pascabanjir di Pasuruan dan mendorong langkah mitigasi kesehatan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit menular di masyarakat
Komisi E DPRD Jawa Timur berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera memperkuat langkah mitigasi, pengawasan kesehatan, serta sistem kewaspadaan dini guna mengantisipasi potensi penyebaran hantavirus. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, risiko penyebaran penyakit zoonosis dapat diminimalkan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.










