gerbang baru nusantara

Puguh Wiji Dorong Pendidikan Vokasi dan Kesejahteraan Petani Jatim

Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mendorong kerja sama SMK, industri, UMKM, dan pertanian modern untuk memperkuat keterampilan generasi muda serta pemerataan ekonomi daerah.

Adi Suprayitno
Senin, 12 Oktober 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E sekaligus Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mendorong penguatan pendidikan vokasi dan ekonomi perdesaan dalam momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

SURABAYA — Penguatan pendidikan vokasi dinilai perlu menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mendorong kerja sama antara sekolah menengah kejuruan (SMK), dunia industri, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pertanian modern untuk memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Menurut Puguh, keterampilan generasi muda harus dikembangkan sesuai kebutuhan lapangan kerja dan potensi ekonomi daerah. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menyiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga membuka peluang lahirnya pelaku usaha baru.

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Puguh Minta Pendidikan Vokasi Terhubung dengan Ekonomi Daerah

Puguh menilai kerja sama antara lembaga pendidikan dan pelaku usaha perlu diperkuat agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun sektor produktif di daerah.

Pengembangan pendidikan vokasi juga diharapkan menjangkau masyarakat di wilayah perdesaan, kawasan tertinggal, dan kepulauan.

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jatim tersebut, pemerataan akses pendidikan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan.

“Ukuran keberhasilan Jawa Timur bukan hanya tingginya nilai investasi yang masuk atau banyaknya proyek fisik yang berhasil dibangun. Ukuran utamanya adalah apakah anak-anak kita memperoleh akses pendidikan yang layak, keluarga mendapatkan layanan kesehatan yang mudah, petani dan nelayan hidup lebih sejahtera, serta warga di desa, di kepulauan, dan di kawasan tertinggal merasakan manfaat pembangunan yang sama,” ujar Puguh.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan perlu diikuti kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan keterampilan dalam kegiatan ekonomi.

Perhatian terhadap lingkungan pendidikan sebelumnya juga muncul dalam pemberitaan DPRD Jatim, meskipun membahas persoalan berbeda.

Baca selengkapnya: Rasiyo sebelumnya menyoroti perlunya pembatasan penggunaan gawai oleh anak sekolah secara proporsional, bukan pelarangan menyeluruh, sebagai bagian dari perhatian terhadap kegiatan belajar

Pemberitaan tersebut menjadi konteks perhatian anggota DPRD Jatim terhadap kualitas pendidikan, sementara Puguh lebih menekankan keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan ekonomi.

Penguatan Petani dan UMKM Perlu Menjangkau Pelosok

Selain pendidikan, Puguh meminta pemerintah memperluas dukungan terhadap sektor pertanian dan UMKM sebagai bagian dari penggerak ekonomi masyarakat.

Ia menilai peningkatan produktivitas pertanian perlu memberikan manfaat langsung terhadap pendapatan petani.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya mempertahankan posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah penghasil pangan, tetapi juga harus memperhatikan kemampuan petani memperoleh nilai ekonomi dari hasil produksi.

Puguh turut mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro yang belum terjangkau layanan perbankan.

Ia mencontohkan Program Kredit Sejahtera (Prokesra) dengan bunga 3 persen sebagai salah satu skema pembiayaan yang perlu diperluas jangkauannya.

Dukungan terhadap kegiatan pertanian juga menjadi perhatian anggota DPRD Jatim lainnya, termasuk dalam penyediaan alat mesin pertanian.

Baca selengkapnya: Fuad Bernardi sebelumnya menyalurkan traktor kepada petani di Sukolilo, Surabaya, untuk mendukung kegiatan produksi pertanian

Pemberitaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan sarana produksi pertanian, sedangkan Puguh menekankan penguatan keterampilan, pembiayaan, dan peningkatan pendapatan pelaku usaha.

Investasi Harus Memberikan Manfaat bagi Pelaku Usaha Lokal

Puguh juga mengingatkan bahwa peningkatan investasi perlu diikuti manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan usaha.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,33 persen perlu diterjemahkan menjadi kesempatan kerja, peningkatan pendapatan, dan penguatan kegiatan ekonomi masyarakat.

Perhatian terhadap manfaat investasi bagi pelaku usaha lokal sebelumnya juga disampaikan dalam pembahasan pengembangan komoditas garam di Madura.

Baca selengkapnya: Harisandi sebelumnya menyoroti kepentingan petani garam Sampang ketika terdapat ketertarikan investor terhadap pengembangan komoditas tersebut

Pemberitaan tersebut menjadi konteks pentingnya memastikan pengembangan investasi tidak mengabaikan kepentingan pelaku usaha lokal.

Menurut Puguh, pemerintah perlu memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan kegiatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas pekerjaan yang produktif dan memiliki perlindungan sosial.

Infrastruktur dan Pelayanan Dasar Harus Mendukung Pemerataan

Puguh meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya pemeliharaan jalan, sarana irigasi, serta perluasan jaringan internet di wilayah dengan akses terbatas.

Menurutnya, infrastruktur tersebut dapat mendukung kegiatan pendidikan, distribusi hasil pertanian, dan pengembangan usaha masyarakat.

Di bidang kesehatan, Puguh turut mendorong peningkatan kualitas pelayanan puskesmas, posyandu, dan sistem rujukan bagi warga kepulauan.

Ia juga meminta pendataan penerima bantuan sosial dilakukan secara transparan dan diperbarui secara berkala agar program perlindungan sosial menjangkau kelompok yang membutuhkan.

Puguh Minta APBD Berorientasi pada Hasil Pembangunan

Dalam momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Puguh berharap pemerintah memperkuat evaluasi program berdasarkan manfaat yang diterima masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan perlu memperhatikan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan pelaku usaha, pemerataan infrastruktur, serta keberlanjutan lingkungan.

“Pada Hari Jadi ke-81 ini, mari kita jadikan komitmen ‘Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan’ sebagai kontrak pelayanan yang nyata kepada masyarakat. Setiap rupiah APBD harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pendidikan yang lebih baik, kesehatan yang dekat, pekerjaan yang layak, serta pembangunan yang merata bagi seluruh warga Jawa Timur,” pungkasnya.

Puguh berharap pembangunan Jawa Timur tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan penghidupan yang lebih baik.

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu